Penyataan Mosi Tidak Percaya DKJ kepada Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dinilai tidak tepat

Jakarta,–Pasalnya selama ini Justru DKJ ( Dewan Kesenian Jakarta ) sebagai representasi Lembaga pengembangan budaya di Jakarta masih minim dalam memberikan ruang ekpresi kepada para pelaku seni di Jakarta / baik sanggar / Yayasan yang bergerak di bidang kesenian , terutama di masa pandemi, banyak pelaku seni budaya dan Yayasan budaya yang ada di jakata tidak pernah tersentuh kegiatan DKJ yang mendapatkan alokasi dana Hibah setiap Tahunnya, hal ini justru menjadi pertanyaan selama ini kemana alokasi pemberdayaan pekerja seni khususnya kaum Betawi yang diakomodir oleh DKJ dalam meningkatkan seni budaya bagi kaum Betawi di Jakarta, justru Langkah tepat dan baik adanya evaluasi jika kedepannya pengelolaan kegiatan kesenian di lakukan langsung Oleh Dinas Kebudayan DKI Jakarta melalui UP PKJ TIM dalam Hal ini dengan melakukan perombakan dan uji seleksi kembali terhadap personil yang berkompeten serta mampu mengayomi dan memberikan ruang bagi para pekerja seni di Jakarta, serta mampu mengembangkan dan melestarikan budaya Betawi yang sudah tertuang dalam Pergub 4 tahun 2015 tentang pelestarian kebudayaan Betawi.

Hal tersebut senada dengan yang diungkap M.Ageng Selaku Sekjen Yayasan Tunas Kelapa,menurutnya”Masih banyak masyarakat pelaku seni Betawi saja saat ini belum banyak diakomodir dilibatkan dalam kegiatan pentas ataupun acara kesenian yang di laksanakan DKJ , ditambah akuntabilas laporan pertanggunjawaban kegiatan dana Hibah melalui DKJ selama ini dianggap kurang transparan dan terkesan banyak yang belum optimal dalam mengakomodir pekerja seni betawi, jangan sampai hal ini menjadi preseden buruk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengamanahkan kegiatan pengembangan kesenian kepada Lembaga yang kompeten selama ini. Maka sudah saatnya ada evaluasi baik kepada DKJ dan Akademi Jakarta yang mampu memberikan warna dalam mendorong kesejahteraan para pelaku seni budaya khususnya kaum Betawi selama ini”,katanya melalui keterangan tertulisnya, Senin ( 20/12/21 ).

 

Masih menurutnya,”sebagaimana fungsi kelembagaan dalam PERGUB no 4 tahun 2020 tentang Akademi Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta
Dewan Kesenian Jakarta yang selanjutnya disingkat DKJ adalah lembaga pembuat kebijakan di bidang kesenian yang beranggotakan Masyarakat Kesenian Jakarta.
Maka terkait perekrutan 25 orang karyawan Sekretariat DKJ tidak melalui proses perekrutan oleh Pemprov DKI tapi direkrut oleh DKJ, Hal tersebut juga dinilai telah keluar dalam koridor peraturan yang ada karena DKJ adalah sebagai Lembaga pemberi masukan kepada Gubernur bagi kegiatan pembinaan dan pengembangan kesenian yang akan dilakukan oleh pemda, maka jelas tidak memiliki landasan payung hukum jika kemudian DKJ mengangkat dan memperkerjakan karyawan tetap. Serta tidak berkompeten melakukan seleksi anggota apalagi memberikan rekomendasi pengangkatan 25 karyawan sesuai Pergub 4 tahun 2020 tentang akademi Jakarta dan DKJ hanya mengatur tentang pengurus Akademi JAkarta dan DKJ , tidak mengatur terkait karyawan Dewan Kesenian Jakarta”,tambahnya lagi.

Tetapi jika dalam Konferensi Pers yang disampaikan jumat 27 desember 2021 lalu, DKJ mengkonfirmasi bahwa Disbud DKI Jakarta hanya menerima 4 dari 25 pekerja DKJ. Sementara faktanya Dinas Kebudayaan mengakomodir 15 orang karyawan DKJ sebagai tenaga PJLP dan sisanya dari usulan DKJ tetap diakomodir oleh dinas Kebudayaan. Hal tersebut jelas bertentangan dengan fakta di lapangan yg dianggap bahwa kadis kebudayaan memutuskan secara sepihak dan seakan-akan disalahkan.
Maka sudah seharusnya fungsi Akademi Jakarta & Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali pada Khittahnya dan mampu menjadi sarana aspirasi warga DKI Jakarta dalam mengembangkan kesenian khususnya budaya betawi di Ibukota Jakarta, hal tersebut disampaikan oleh M. Ageng selaku sekjen Yayasan Tunas -tunas Kelape yang merasa sudah saatnya kaum Betawi memiliki peran dalam proses keterlibatan pengembangan Kebudayaan Betawi. ( Red ).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply