Ini Kata Ketua Umum “LBH -MHI” Perihal Jawaban Perbedaan Antara Gugatan PMH dengan Gugatan Wan-prestasi

 

 

 

 

 

 

Advokat M.Zaenal Arifin, SH bersama Tim LBH – MHI ( Rafly Riftyandika / Magang )

 

Kabupaten Tangerang, rakyatkita.com—Disela-sela kesibukannya saat agenda sidang ( terkait 3 perkara Gugatan Perdata ) di Pengadilan Negeri Rangkasbitung ,. Advokat M.Zaenal Arifin, SH , yang biasa dipanggil Advokat Zen dengan ramah menjawab dan memberikan pemaparan terkait pertanyaan yg dilontarkan oleh awak media di Pengadilan Negeri Rangkasbitung,Jum’at ( 23/7/21 ).

Yang mana dalam pertanyaan tersebut terkait PERBEDAAN perkara PERDATA yang sering dilakukan oleh PIHAK-PIHAK tertentu ( red-dua orang pihak, atau lebih ), dalam hal perbedaan antara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ( PMH ) dengan Gugatan Wan-Prestasi.

M.Zaenal, memaparkan ,”bahwa dasar gugatan PMH merujuk pada Pasal : 1365 KUHPerdata,. Yang berbunyi :
” Setiap perbuatan melawan hukum yang oleh karena itu menimbulkan kerugian pada orang lain , mewajibkan orang yang karena kesalahanya menyebabkan kerugian tersebut mengganti kerugian “.

Dari rumusan Pasal tersebut, maka Seorang PENGGUGAT berkewajiban untuk membuktikan , bahwa TERGUGAT memenuhi Unsur-unsur PMH ( Pasal : 163 HIR / 283 Rbg ) , sedangkan Alat Bukti yang Sah Pasal : 164 HIR / 284 Rbg , juga dalam hal ini harus diksitkan pula dengan Pasal : 131, Ayat : (1) HIR”katanya.

Lebih lanjut Zaenal menambahkan,”bahwa PERBUATAN MELAWAN HUKUM ditafsirkan lebih luas sehingga tidak lagi terbatas hanya pada MELANGGAR UNDANG-UNDANG , akan tetapi juga MELANGGAR HAK ORANG LAIN, Bertentangan dengan KEWAJIBAN HUKUM SI-PELAKU, bertentangan dengan KESUSILAAN, dan bertentangan dengan KEPENTINGAN UMUM.

Dalam hal ini penggugat harus dapat membuktikan, sekaligus berupaya meyakinkan Majelis Hakim yang memeriksa Perkara a-quo, bahwa PMH yang dilakukan TERGUGAT dan Kerugian yang dialami PENGGUGAT memiliki hubungan KAUSALITAS”,tambahnya.

Namun pada praktiknya pemahaman terhadap Gugatan PMH seringkali TERTUKAR dengan Gugatan Wan-Prestasi, bahkan terkadang ada seseorang Penggugat dalam melayangkan Gugatan PMH dan Wan-Prestasi sekaligus secara bersamaan.

Menyikapi kondisi ini MAHKAMAH AGUNG ( MA ) pernah mengeluarkan YURISPRUDENSI Nomor : 1875.K/ Pdt / 1984, Tanggal : 24 April 1986 , yang menegaskan bahwa Gugatan PMH tidak dapat dicampur dengan Gugatan Wan-Prestasi , karna MA berpendapat Penggabungan dua jenis Gugatan dapat membingungkan Hakim, imbuh Zaenal.

Dalam hal ini Zaenal,menegaskan,”perlu diketahui bahwa Perbedaan dasar Hukum Gugatan PMH adalah Pasal : 1365 KUHPerdata , sedangkan Gugatan Wan-Prestasi adalah Pasal : 1243 KUHPerdata , tandasnya.

Dalam Gugatan Wan-Prestasi Tuntutan GANTI RUGI jika didahului dengan pernyataan lalai atau lazim disebut Somasi.
Sementara tuntutan GANTI RUGI dalam Gugatan PMH dapat dilakukan kapan saja sepanjang telah terjadi PERBUATAN MELAWAN HUKUM ( PMH ) , tanpa perlu didahului atau dilakukan somasi terlebih dahulu “,pungkasnya. ( Red ).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply