SMKN 3 Purworejo Meraih Juara 1 Tingkat Kwarda Dalam Festival Ketrampilan Pramuka Inovatif 2021

PURWOREJO, rakyatkita.com, – SMKN 3 Purworejo dengan Sangga Penegak Kartininya, berhasil meraih juara satu Festival Ketrampilan Pramuka Inovatif (CJ SCOUT FEST 2021) tingkat SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Kwarda Jateng.

Atas prestasinya ini, Sangga Penegak putri SMKN 3 Purworejo berhak mendapatkan hadiah berupa tropi, piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan.

Ketua Pembina Pramuka SMKN 3 Purworejo, Faizal, S.Ag, M.Pd.I, mengatakan, Sangga Penegak putri SMKN 3 Purworejo, beranggotakan delapan anak, yakni Ananta Dias Rahmawati (XII Tata Boga 3), Novy Fitriani (XII Tata Boga 2), Cindy Aprilia Sari (XII Tata Boga 1), Heni Lestari (Tata Busana 3), Ramadhanti A. PF (Tata Busana 3), Susia Fitria U (XII Tata Boga 3), Vita Febriani (XII Tata Boga 2), Devita Safitri (XII Tata Boga 2)

“Dalam lomba tersebut, ada dua kategori yang dilombakan yaitu Pionering (tali temali) dan TTG (teknologi tepat guna). Dalam lomba Pionering kita menampilkan menara pandang, sedangkan lomba TTG kita membuat alat dengan menggunakan barang bekas elektronik. Ini satu kesatuan,” jelas Faizal, Senin (25/10/21).

Tujuan membuat menara pandang, terang Faizal, yang menjadi pembina Pramuka bersama Dra. Ida Suprijatiningsih, Trianita Surya D, SH, dan Drs Moh Soleh, berfungsi untuk memantau kawasan sekitar. Alat yang untuk membuat gardu pandang hanya dengan menggunakan bambu dan tali.

“Siswa memanfaatkan tali untuk membuat ikatan, simpul dan jerat, yang meliputi simpul pangkal, anyam dan tali mati sejati dengan tanpa bantuan alat lainnya. Untuk asesorisnya, kita dibatasi hanya tiga jenis, yakni menggunakan ijuk untuk atap, kentongan untuk fungsi keadaan darurat, dan lampu badai untuk penerangan ucap,”Faizal.

Sedangkan dalam lomba TTG Pramuka, ucap Faizal, tim memanfaatkan barang bekas elektronik yaitu limbah bekas blender yang di modifikasi dengan bambu wulung, dengan mengangkat produk pertanian lokal yakni temulawak.

“kita pernah mencoba blender dengan tabung kaca atau mika untuk menghaluskan temulawaknya, ternyata rasanya terasa pahit. Tapi setelah kita coba memodifikasi blender dengan menggunakan tabung dari bambu wulung rasa pahitnya hilang. Alhamdulillah alat ini mendapat apresiasi dari Tim Kwarda dan langsung diuji lab,” terang Faizal.

Bahkan terang Faizal, kelebihan dari blender penghalus temulawak tersebut, jika blender tabung kaca atau mika akan membekas, namum jika memakai bambu tidak ada bekasnya.

“Karena kita sudah membuktikan dengan pembuatan Curcuma Cookies untuk membuat kue kering dari temulawak dan hasilnya memuaskan,” ujar Faizal sambil mengatakan kalau Curcuma Cookies merupakan produk unggulan SMKN 3 Purworejo.

Faizal mengatakan, pelaksanaan Festival Ketrampilan Pramuka Inovatif tersebut, saat seleksi tingkat Kwarcab dilakukan secara daring dan Visitasi. Sedangkan di tingkat Kwarda, juga dilakukan secara daring dan Visitasi. Untuk Visitasi dilaksanakan pada Minggu (11/10/21).

“Dalam final ini, kita bersaing bersaing dengan tiga finalis dari Sukoharjo, Purworejo dan Tegal. Alhamdulillah kita berhasil meraih juara satu,” kata Faizal.

Samsiyah, S.Pd, selaku Kepala SMKN 3 Purworejo, sangat berterimakasih atas prestasi yang diraih siswanya yang berhasil mendapat juara satu dalam Festival Ketrampilan Pramuka Inovatif di tingkat propinsi (kwarda)

“Saya juga ucapkan rasa terimakasih kepada tim Sangga Penegak Kartini dan para pembina, sehingga meski di masa pandemi, dan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib yang lama vakum, bisa meraih prestasi di tingkat propinsi,” ungkap Samsiyah.

Dengan prestasi ini, semoga bisa memacu mereka di event-event selanjutnya, juga bisa menjadi inspirasi bagi siswa lainnya di SMKN 3 Purworejo,” pungkas Samsiyah. (W)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply