SDN Sebomenggalang Digusur untuk Dibangun Hotel, Orang Tua Siswa Tidak Setuju Digambung SD lain

PURWOREJO, rakyatkita.com,– Puluhan perwakilan orang tua Siswa SDN Sebomenggalan Purworejo, Jawa Tengah menolak rencana penggusuran sekolah oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo.

Penolakan tersebut disampaikan oleh orang tua wali murid dalam acara rapat dan sosialisasi terkait penggusuran sekolah tersebut, diaula sekolah Selasa (16/11/21).

Dilakukannya penggusuran tersebut, karena lokasi SDN Sebomenggalan akan dijadikan hotel oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo.

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Sri Anteng mengatakan, sosialisasi ini membicarakan rencana pemindahan SDN Sebomenggalan ke SDN Kepatihan, karena di sekolah ini rencanannya akan dibangunan hotel.

“Dari data yang yang ada, SDN Sebomenggalan memang hak kepemilikan tanah milik Pemkab Purworejo, dan sekolah tersebut sudah berdiri lebih dari 40 tahun,”ucap Sri Anteng saat ditemui usai sosialisasi.

Sri Anteng mengungkapkan, rencananya SDN Sebomenggalang, yang berada dikawasan Ganesha Center tersebut pada bulan Desember mendatang sudah dikosongkan dan akan dilakukan untuk pembangunan Hotel.

Terpisah, Wiyonoroto selaku Sekretaris Dindikpora Kabupaten Purworejo mengatakan, sosialisasi ini dilakukan adanya surat dari pemerintah Sekda dan dari BPPKAD untuk menyampaikan sosialisasi tentang pemindahan SD Sebomenggalan.

“Dalam sosialisasi tadi, sesuai surat pemerintah bernomor 640/7969/2021, untuk proses pemindahan dan pengosongan bisa dilaksanakan pada bulan Desember sehingga tidak menghambat proses pembangunan hotel,” terangnya.

Lanjut Wiyonoroto, karena waktunya sudah dekat, makanya perlu dikoordinasikan. “Memang orangtua wali murid mau sekolah dipindah asal kalau sudah dibangunkan gedung baru. Tetapi namanya pembangunan Gedung Baru sekolah kan perlu mekanisme,” ucapnya.

Sementara itu Wanti, mewakili orang tua siswa mengatakan bersedia pindah asal dibangunkan gedung baru untuk SDN Sebomenggalan, kalau tidak mayoritas para orang tua siswa tidak mau pindah.

“Padahal dulu pemerintah pernah janji, memindahkan digedung bekas KPU, ternyata tidak jadi. Kalaupun dipindah harusnya tetap di wilayah kampung Sebomenggalang, masak namanya SDN sebomenggalang tempat nya di kampung lain,” ungkapnya.

Lanjut Wanti, para orang tua juga menyayangkan sikap dari pemerintah melalui dinas terkait tentang sosialisasi yang sangat mepet. Apalagi pemerintah minta bulan Desember akhir harus sudah dikosongkan.

“Kami semua tidak setuju dipindah dan gabung ke SDN Kepatihan dan SDN Ngupasan, karena SDN Sebomenggalang kan sudah Adiwiyata dan terakreditasi A, masak harus gabung sama dua SD yang dibawah level,” ujarnya.

Kalau mau dipindah, harus berdiri sendiri, masak hanya untuk membangun hotel harus mengorbankan pendidikan, pungkas Wanti.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply