Menjalin Komunikasi, SMK Kesehatan Purworejo Kunjungi Panti Panti Sosial Adi Yuswo

Siswa SMK Kesehatan Purworejo saat praktek di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia ‘Adi Yuswo’ Purworejo, Kamis(28/10/21)

 

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Untuk meningkatkan kompetensi siswa, SMK Kesehatan purworejo melakukan kunjungan ke (PPSLU) Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia ‘Adi Yuswo’ Purworejo atau panti jompo dalam rangka menjalin sinergitas, Kamis (28/10/21)

Kunjungan ini diikuti 6 siswa dari jurusan keperawatan yang didampingi kepala jurusan keperawatan Nina Hadnisari, S.ST.

Menurut kepala Sekolah SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin S.Sos, M.Pd, tujuan dari kunjungan ini, selain untuk membangun komunikasi antara SMK Kesehatan dengan PPSLU Adi Yuswo, juga kedepan akan melakukan kerjasama dalam bidang keperawatan.

Karena terang Nuryadin, di jurusan Keperawatan ada dua kemampuan kompetensi, yakni dibidang pelayanan orang tua dan pelayanan untuk bayi sehat (Pramusiwi dan Pramurukti)

“Kita berharap dengan kunjungan ini, ada sinergi antara SMK Kesehatan Purworejo dengan PPSLU Adi Yuswo, sehingga bisa bekerjasama yang berkaitan dengan praktek yang sifatnya bisa rutinitas atau PKL. Sekarang ini anak-anak sudah melakukan proses praktek ,”kata Nuryadin.

Nuryadin mengungkapkan, karena SMK Kesehatan sudah menjalin kerjasama dengan LPK Kansha untuk penyaluran tenaga kerja ke Jepang, dan Korean Language Center (KLC) Mugunghwa, maka kerjasama dengan PPSLU Adi Yuswo, nanti akan memperkuat anak-anak ketika bekerja, karena mereka lebih siap, dan capaian kompetensinya lebih maksimal.

Sementara itu, kepala PPSLU Adi Yuswo Harjito A.KS mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas kunjungan SMK Kesehatan Ke PPSLU Adi Yuswo. Ia menjelaskan, PPSU Adi Yuswo merupakan UPT dari Dinas Sosial Propinsi Jateng, yang berada di Purworejo.

Harjito mengatakan, saat ini, penghuni PPSU sekitar 100 orang baik laki-laki dan perempuan dari bermacam-macam latar belakang permasalahan, seperti faktor ekonomi, keterlantaran, maupun yang diterlantarkan dari keluarga.

“Kami disini melayani kepada penerima manfaat, sejak awal hingga meninggal dunia, bahkan pemakaman jika keluarga tidak menerima kita yang mengurusnya. Selain itu kita juga pelayanan kebutuhan sehari-hari dan pemberian ketrampilan, dan yang utama pemberian pelayanan kesehatan,” terang Harjito.

Mengenai kujungan ini, ungkap Harjito, jika nanti jadi ada kerjasama dengan SMK Kesehatan Purworejo, bisa sama-sama saling menguntungkan antara kedua belah pihak

“Ini sangat membantu buat kami, artinya nanti jika MoU sudah berjalan bisa sama-sama saling menguntungkan dan tentunya siswa bisa langsung praktek, dan dari panti bisa memberikan pelayanan secara maksimal. Ketika nanti siswa diterima di dunia kerja, maka sudah tidak canggung lagi, “ujarnya.

Kepala Kejuruan Keperawatan SMK Kesehatan Purworejo Nina Hadnisari menjelaskan, di keperawatan, ada 18 unit kompetensi yang harus dicapai, seperti praktek pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, pernafasan, suhu.

“Selain itu ada juga kompetensi dimana anak-anak harus bisa memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda, serta membantu untuk memotivasi dan mengedukasi para lansia di sini,” ucap Nina.(W)

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply