Dengan Pakaian Adat Jawa, Siswa Kelas IX SMPN 1 Purworejo Ikuti Purnawidya

Kepala SMPN 1 Purworejo Sutarto, MPd. Saat mengalungkan samir Jum’at (04/06/21) – foto: rakyatkita.com

PURWOREJO, rakyatkita.com– Ada yang lain di acara kelulusan dan wisuda bagi siswa kelas IX SMPN 1 Purworejo, Jum’at (04/06/21).

Dalam acara Purnawidya Siswa kali ini, seluruh peserta berjumlah 192 siswa angkatan tahun 2020/2021 ini, baik laki-laki maupun perempuan dan para guru mengenakan pakaian adat Jawa.

Prosesi Purnawidya sendiri, para siswa dikirab sebelum memasuki ruang wisuda di aula, dengan iringan gending-gending Jawa. Tujuannya untuk Kebersamaan juga mengandung unsur kedisiplinan.

Dalam acara ini Kepala SMPN 1 Purworejo, Sutarto, MPd. memberikan penghargaan kepada 10 siswa berprestasi dan dilanjutkan pengalungan samir dan penyerahan dokumen kelulusan kepada para siswa.

Menurut Sutarto, kenapa peserta Purnawidya memakai pakaian adat Jawa. Karena dengan pakaian adat jawa ini supaya anak punya karakter dalam bentuk budaya, terutama budaya Jawa, yang terkenal unggah-ungguh dan sopan santun.

“Ini agar anak-anak mengetahui karakter Jawa, seperti hormat pada orangtua maupun guru. Dengan begitu nanti karakter tamatan SMPN 1 Purworejo, selanjutnya bisa menerapkan. Kami juga mengajak orangtua tujuannya supaya ada kebersamaan antara orangtua dengan anak,” kata Sutarto.

Sutarto punya alasan, kenapa peserta Purnawidya memakai pakaian adat Jawa. Dia menginginkan anak-anak punya karakter. Salah satu karakter itu, dari bentuk budaya, terutama budaya Jawa, yang banyak unggah-ungguh.

“Sehingga kami menginginkan anak-anak mengetahui karakter Jawa, seperti hormat pada orangtua maupun guru. Kami tekankan untuk membawa karakter SMPN 1 Purworejo, di tingkat selanjutnya, termasuk diantaranya kami mengajak orangtua dalam kegiatan ini, supaya ada kebersamaan antara orangtua dengan anak,” ucap Sutarto.

Arti kebersamaan antara anak dan orangtua, ucap Sutarto, orang tua langsung menjemput anaknya di pintu keluar usai prosesi wisuda.

“Kami berpesan, kepada mereka yang lulus, mereka tetap keluarga besar SMPN 1 Purworejo tapi dari siswa, beralih ke alumni, sehingga mereka masuk menjadi keluarga besar alumni,” ungkap Sutarto.

Kenapa demikian, ucap Sutarto, karena di pundak mereka, ada nama SMPN 1 Purworejo. Setelah alumni mereka tetap selalu menjaga nama baik almamater. Karena saat ini sudah eranya globalisasi, pada alumni diharapkan untuk bisa memilah mana yang positif mana yang negatif, mana yang hoax dan mana yang nyata.

“Pintu kami selalu terbuka, karena SMPN 1 adalah rumah kita. Jika mereka pergi dan suatu saat rindu, mereka bisa menengok, namun dengan membawa hal-hal positif untuk adik-adiknya maupun sekolah,” ucap Sutarto.

Dalam acaran itu, juga ada pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi untuk 10 peringkat BesarMereka adalah:

Salsa Adella Permatasari, 9C, nilai 1051, Fariza Rizki Andina, 9C, nilai 1033, Siti Nur Khasanah, 9C, nilai 1033, Rehan Dwi Juliandi, 9C, nilai 1028.

Lia Alviana, 9D, nilai 1020, Waritsa Tia Aziza, 9C, nilai 1016, Ivana Nabila Ariella, 9C, nilai 1015, Ryke Septhya Kartika, 9C, nilai 1014, Fauzia Tsania Rahma, 9C, nilai 1014, Maharani Mutiahapsari, 9C, nilai 1013.

Untuk diketahui, karena masa pandemi Covid-19, kegiatan ini menerapkan prokes yang ketat, dan untuk mengurangi kerumunan, peserta Purnawidya di bagi menjadi tiga sesi, dimana tiap sesi berisi 64 siswa dari dua kelas.

Sesi pertama jam 7.30 WIB hingga jam 09.00 WIB, sesi kedua jam 09.30 WIB hingga jam 11.00 WIB, dan sesi ketiga 13.30 WIB hingga jam 15.00 WIB,” jelas Sutarto, di sela-sela kegiatan.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply