TERBONGKAR SUDAH…. DANA PROYEK PEKERJAAN DRAINASE DESA KALONG SAWAH JASINGA BOGOR

berantaskorupsi.com, Jasinga Bogor,- Pengerjaan drainase di Kp.Kalong Dagul Desa Kalong Sawah Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Jawa Barat. 21/10/2021.

Pekerjaan Drainase air susukan di Kp.Kalong Dagul Desa Kalong Sawah selesai dikerjakan oleh pelaksana pekerja dengan spesifikasi Panjang 500 meter Tinggi 1 meter lebar 20 centimeter dengan menggunakan Dana Desa.

Namun dari pengerjaannya tersebut terjadi masalah di biaya yang telah disepakati antara pelaksana dan TPK, biaya yang telah disepakati adalah 65 juta rupiah tetapi dana yang diterima oleh pelaksana kerja hanya 45 juta rupiah, dengan pembayaran pertama 20 juta kedua 5 juta ke tiga 5 juta dan ke empat 10 juta rupiah.

Setelah beberapa minggu kemudian pihak pelaksana yang bernama Deri sebagai pelaksana kerja meminta sisa pembayaran yang 10 juta untuk Finising dalam pengerjaan drainase tersebut namun alasan Ali dan Wadit sebagai TPK uang tersebut sudah habis dengan alasana uang tersebut untuk wartawan, ormas dan LSM.

Karena Deri harus bertanggung jawab dalam pekerjaan akhirnya Deri meminjam uang sebesar 10 juta untuk menyelesaikan pekerjaannya kepada orang tuanya sehingga pekerjaannya yang di janjikan dapat selesai dikerjakan.

Kemudian Deri menceritakan kepada Kepala Desa Kalong Sawah Nurhasanah terkait sisa uang yang 10 juta dan menurut keterangan Deri ibu Nurhasanah akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada TPK.

Namun hingga hampir 1 bulan lamanya ternyata tidak ada penyelesaian dari kepala Desa ataupun dari TPK.

Kalau dilihat dari spesifikasi yang ada terkait pekerjaan Drainase tersebut sangatlah tidak mungkin dalam arti spesifikasi panjang 500 meter tinggi 1 meter dan lebar 20 centimeter sangatlah murah. Namun pihak pelaksana mengerjakan dengan baik serta berharap mendapatkan keuntungan namun yang ada malah merugi.

” saya berharap semua ini dapat komitmen dalam perkataan terkait bisnis atau usaha ” kata Deri dengan nada kesal.

Deri juga berharap proyek desa yang lain dapat dikerjakannya ketika pekerjaan yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan, namun yang ada malah merugikan pihak pelaksana pekerja.

Dari pekerjaan yang dikerjakan oleh Deri, Deri juga bekerja keras bagaimana caranya dengan dana yang ada dapat memadai karena dari bahan material yang didapatkan Deri belanja langsung ke pusat sehingga mendapatkan keuntungan, namun yang ada Deri mendapatkan kerugian.

Bahkan hingga saat ini uang yang dipinjam belum terbayarkan apa lagi untung.

Sementara anggaran yang tertulis jelas di papan kegiatan adalah sebesar Rp.116.846.016,- belum termasuk pajak namun pada kenyataannya Dana Desa yang masuk ke pelaksana pekerjaan Drainase hanya Rp. 65 juta di potong 10 juta untuk staf desa Kalong Sawah berarti pelaksana pekerja atau pemborong hanya menerima uang Rp.55 juta tetapi total dari Rp. 55 juta pemborong atau pelaksana hanya menerima total bersih Rp.45 juta dan menurut keterangan Deri uang yang Rp.10 juta untuk koordinasi ke pihak wartawan, LSM dan Ormas tanpa ada kesepakatan dengan Deri dan para pihak yang terlibat.

Total biaya yang terpampang di papan pelaksana adalah Rp.116.846.016,- ,  kemanakah sisa uang tersebut ?

Menurut keterangan kepala Desa Kalong Sawah Nurhasanah, A.Md, Keb, S.K.M menyatakan ” pihak desa tidak tahu menahu, terkait kekurangan uang tersebut, intinya saya sudah memberikan uang yang 65 juta ke TPK “.

” Ya kalau memang ada kekurangan pembayaran baiknya diselesaikan, karena orang kerja kan…harus di bayar ” kata Mesdiono atau biasa di panggil Yanto sebagai ketua BPD menjelaskan. ( Redaksi )

 

 

 

 

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply