Resahkan Warga, Karaoke di Desa Cengkawakrejo Akhirnya di Tutup

Purworejo,online-indonesia.com,–Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Purworejo bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Forkopimcam Banyuurip, Pemerintah Desa Cengkawakrejo, serta warga setempat akhirnya menutup tempat karaoke yang terletak di RT 03 RW 04 Desa Cengkawakrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, Selasa (14/7/2020).

Kepala Satpol PP Damkara Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo Ssos MSi, menjelaskan, penutupan karaoke ini menindaklanjuti tuntutan warga sekitar yang merasa resah karena adanya karaoke yang terindikasi menjadi ajang prostitusi dan perdagangan miras.

Sebelumnya, Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo pernah malakukan razia tempat hiburan karaoke milik Niken di RT 03 RW 04 Desa Cengkawakrejo Kecamatan Banyuurip, pada malam Selasa (9/6/2020) lalu bersama warga karena warga merasa resah dan terganggu adanya aktifitas tersebut.

“Penutupan hari ini dilakukan Petugas Satpol PP Damkar Setelah dalam persidangan beberapa hari yang lalu karaoke ini dinyatakan bersalah tidak memiliki izin. Selain menyegel sejumlah ruang, petugas juga memasang papan pengumuman yang berisi penutupan dan pelarangan kegiatan usaha karaoke karena belum berizin di depan lokasi,” jelas Budi Wibowo didampingi Endang Muryani SE selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil satpol PP Dan Damkar

Lanjut Budi Wibowo, tindakan tegas berupa penutupan dilakukan karena usaha karaoke milik Niken ini melanggar beberapa aturan, khususnya Perda Kabupaten Purworejo Nomor 17 Tahun 2017 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata dan Perda no 6 th 2006 tentang minuman keras yang dinyatakan PN bersalah dengan denda RP 7 juta rupiah.

“Kita sudah sering memberi peringatan, teguran, hingga penindakan secara yuridis sudah kerap dilakukan, tetapi tidak diindahkan sang pemilik, makanya hari ini resmi kita tutup. Selain belum memiliki izin, yang lebih utama lagi karena memang ada penolakan dari warga dan pemerintah desa,” ujar Budi.

Sementara itu, Endang Muryani SE selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil satpol PP Dan Damkar menjelaskan, bahwa saat ini masih terdapat sekitar 11 tempat karaoke di Kabupaten Purworejo dan seluruhnya belum berizin.

“Saya menghimbau kepada para pengusaha karaoke segera mengurus izin dan dapat menaati aturan yang berlaku. Karena Perda memungkinkan adanya usaha karaoke. Jika tidak, penertiban akan terus dilakukan,” pungkas Endang.(Wan)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply