Grebeg Pasar Sosialisasikan Program KKBPK dan Penanganan Serta Pencegahan Stunting

PURWOREJO, Rakyatkita.com,–Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pas Sasaran (Gerebeg Pasar) yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsosdukkbpppa) Kabupaten Purworejo hari ini, Sabtu (20/11/21), dilaksanakan di halaman Pasar Kemiri, Purworejo.

Hadir dalam acara Grebeg Pasar tersebut, Plt kepala Dinas Dinsosdukkbpppa Drs. Pram Prasetyo Achmad,MM, Kapolsek Kemiri, Danramil Kemiri, Camat Kemiri, Kepala Desa Kemiri Lor, pelaku usaha ekonomi, dan beberapa tamu undangan.

Pram Prasetyo Achmad menyampaikan bahwa Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) merupakan Program Pemerintah yang harus dilaksanakan guna menekan laju pertumbuhan penduduk. Program KKBPK juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

Oleh karena itu, sosialisasi Program KKBPK harus selalu digaungkan, salah satunya melalui Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Kreatif dan Kegiatan Gerebeg Pasar.

“Grebeg Pasar sangat perlu untuk mensosialisasika tentang KKBPK kepada Masyarakat. Perlu diberikan pemahaman secara kontinyu tentang Program KKBPK. Tidak hanya mengurusi alat kontrasepsi saja, namun juga mengurusi dari tumbuh kembang anak sampai kesehatan Lansia yang terangkum dalam Tribina. Yakni Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) juga Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS),”ucapnya.

Menurut Pram, dengan sosialisasi program KKBPK melalui kegiatan Gerebeg Pasar sangat ini sangat strategis, karena selain untuk menyasar masyarakat, kegiatan di pasar ini juga memanfatkan kelebihan ibu-ibu yang memiliki kelebihan Multitasking, jadi ibu-ibu di pasar bisa bekerja atau berdagang sambil mendengarkan.

“Kegiatan Grebeg Pasar ini sangat bagus, karena di pasar kan, orangnya berbeda-beda dan bergantian jadi upaya untuk mengedukasi lebih bisa diketahui dan dimengerti oleh masyarakat secara lebih luas,” ujar Pram.

Berbeda dengan edukasi yang konvensional terang Pram, Karena kalau konvensional harus datang kerumah atau kelompok seperti Dasawisma dan itupun pesertanya terbatas. Namun Kalau di pasar bisa dilihat banyak orang dan orangnya bergantian.

“Mereka pasti mendengar apa itu program KKBPK, apa itu yang namanya upaya untuk menghilangkan stunting, seperti ini lebih maksimal, meskipun secara tidak langsung,” ungkapnya.

Pram berharap dengan kegiatan ini, akan menjadikan motivasi yang lebih baik lagi dalam rangka menjadikan program kelurga yang tangguh, keluaraga sehat, serta SDM yang berkualitas menjadi peran yang harus dilakukan, sehingga masyarakat menjadi sadar bahwa keluarga berencana di Indoneaia adalah salah satu bentuk prestasi, dan salah satu bentuk nilai harga diri, karena keluarga bisa berhasil menyiapkan generasi hebat.

“Artinya ukuran orang hebat, sukses, orang bahagia, orang yang sejahtera, standarnya adalah kita menyiapkan generasi yang hebat, kuat, tangguh, sehat dan bisa menjadi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan Grebeg Pasar tersebut, juga ada pemberian hadiah bagi para pedagang yang ikut Program KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).(Wan)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply