Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Tridadi Memasuki Babak Baru

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agus Budi Yuwono, SH,MH,didampingi IPTU Bruyi Rohman Waskito, S.H. Kanit II Tipikor Satreskrim Polres Purworejo saat pers rilis kasus DD Trirejo

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Kasus Korupsi yang dilakukan oleh H. Asrudin Bin Dahro Wardi (55) warga Tridadi Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo yang ditangani Satreskrim Polres Purworejo, hari ini dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri Purworejo, Senin (14/06/21).

Pelimpahan ini berdasarkan surat dari Kejaksaan bahwa Perkaranya sudah lengkap dan segera dilimpahkan tersangka berserta barang bukti kepada Kejari Purworejo.

Menurut Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agus Budi Yuwono, SH,MH, tersangka yang berprofesi sebagai Kepala Desa ini melakukan perbuatan atas Pengelolaan Keuangan Desa Tridadi tahun Anggaran 2017- 2019.

“Seharusnya pengelolaan keuangan Desa Tridadi dilaksanakan oleh Kepala Urusan (Kaur Keuangan), tetapi setelah dana diambil dari rekening Kas Desa, tetapi dana dikelola langsung oleh teesangka ,” terang Agus.

Selain itu terang Agus, dalam pengerjaan pembangunan fisik di Desa Tridadi yang seharusnya di kerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK), tetapi malah dikerjakan oleh orang lain yang mengakibatkan kegiatan tersebut sesuai dengan jumlah dana yang tercantum dalam APBDes dan yang diterima di Rekening Kas Desa.

“Jadi pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan baik fisik dan non fisik di Desa Tridadi tidak sesuai dengan realisasi yang sebenarnya, teeang Agus sebelum menyerahkan tersangka ke Kejaksaan Purworejo.

Agus mengungkapkan, tersangka dalam kasus ini disangkakan telah menyalahgunakan jabatan atau kedudukan selaku Kepala Desa Tridadi dan menggunakan kewenangan untuk melakukan penyimpangan dalam pengelolaan Keuangan Desa Tridadi tahun Anggaran 2017-2019.

Dalam perkara ini, berhasil dilakukan penyitaan berupa 9 bidang tanah, 2 Buku rekening Simpeda Bank Jateng Nama Rekening Kas Desa Tridadi, rekening BRI, Perdes Tridadi tentang APBDes tahun anggaran 2017-2019 berikut perubahannya, dokumen permohonan pencairan DD dan ADD tahun anggaran 2017- 2019 dan dokumen lainnya.

“Akibat perbuatan tersangaka, negara mengalami kerugian keuangan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Desa Tridadi tahun anggaran 2017-2019 tertanggal 22 September 2021 sebesar Rp 607.741.082,-,” ungkap Agus.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 2 ayat (1) Subs pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Saya menghimbau kepada semua kepala desa, dengan kejadian ini, jangan berani bermain- main denga anggaran desa, atau uang negara kalau tidak mau berurusan dengan hukum,” Pungkas Agus.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply