Jelang Lebaran Dinas DPPKP Purworejo Monitoring Peredaran Daging Sapi Layak Konsumsi

PURWOREJO,rakyatkita.com,-Mendekati H-2 Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo, melakukan monitoring ke beberapa Rumah Potong Hewan (RPH) dan pasar dalam rangka memantau peredaran daging tak layak konsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Monitoring dilakukan mulai pukul 02.00 Wib sampai 7.30 Win dan dilaksanakan secara terpadu bersama- sama instansi terkait, yakni dari Polres, Dinas KUKMP, Satpol PP, penyidik PPNS, dan pengawas hasil pertanian

“Sasaran yang kita monitoring adalah RPH Baledono, RPH Kutoarjo, dan pedagang daging yang ada di pasar,”jelas Ir Siti Lestari, MM, Kabid Peternakan Kabupaten Purworejo, Selasa (11/05/21).

Lanjut Siti, dalam kegiatan ini Tim monitoring di bagi dua, di Purworejo dan Kutoarjo. Untuk pasar yang dilakukan monitoring adalah Pasar Suronegaran, Pasar Baledono, Pasar Kutoarjo dan Pasar Grabag.

“Kita setiap menjelang Idul Fitri selalu monitoring peredaran daging sapi maupun ayam potong. Ini dilakukan dalam rangka perlindungan konsumen dan untuk menjamin produk pangan asal hewan benar-benar layak dikonsumsi dan memiliki aspek ASUH (aman, sehat, utuh, halal),

Dalam monitoring ini, Siti juga menyampaikan harga daging sapi dan ayam potong untuk daging sapi perkilonya mencapai Rp 135 ribu hingga Rp 150 ribu, harga ayam kampung Rp 80 ribu, dan harga ayam potong Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu perkilo.

Siti mengungkapkan untuk sapi yang akan di potong semuanya ternak jantan, untuk ternak betina produktif dilarang di potong. Sebelum di potong hewan diperiksa dulu kesehatannya oleh dr hewan di RPH, ada pemeriksaan sebelum ternak dipotong (ante mortem) dan sesudah ternak dipotong (postmortem), hal ini untuk menjamin kesehatan.

“Untuk hasil monitoring yang meliputi pengawasan dan pemeriksaan tadi, kita tidak menemukan hal-hal yang menyalahi aturan. Semua daging yang dijual layak untuk dikonsumsi tidak ada daging yang tidak layak,” ungkap Siti.

“Saya berharap, regulasi ini tetap dipenuhi supaya pengembangan populasi tidak terganggu, juga masyarakat jangan sampai kesandung kasus hukum karena ketidaktahuan. Karena itu kita selalu mengedukasi agar masayakat paham dan lebih tahu,” pungkasnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply