Abaikan Panggilan DISNAKERTRANS PT. TRUVA PASIFIK Dan PT. RIO TERA GEMILANG Diduga Kebal Hukum

 

    Kabupaten Tangerang,rakyatkita.com,—- Dengan adanya kejadian kecelakaan kerja dengan meninggalnya karyawan seorang karyawan PT.TRUVA PASIFIK/PT. RIO TERRA GEMILANG, akibat kecelakaan kerja, yang sampai saat ini masih dalam proses penanganan Pengawas ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Banten.

Melalui surat panggilan dinas pertama bernomor 756/2168 pihak perusahaan gagal memenuhi panggilan Disnakertrans pada Senin, ( 4/7/02 ). Sementara pihak pekerja hadir bersama kuasa hukumnya.

Kemudian diagendakan dengan panggilan kedua dengan nomor 756/2365/Dinaskertrans, pada hari Selasa, ( 19/7/22  ).  pihak pengusaha selalu mangkir dan tidak pernah datang memenuhi panggilan tersebut.

Seperti diketahui almarhum Nurjaya, telah bekerja di PT. TRUVA PASIFIK/RIO TERA GEMILANG selama kurang lebih 6 Tahun dan mendapat Upah/Gaji terakhir sebesar Rp 76.000,- ( tujuh puluh enam ribu rupiah )/ harinya upah yang fantastis sekali ditahun 2022.

Almarhum Nurjaya, selama bekerja menjadi karyawan perusahaan tersebut tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan maupun kesehatan.

   Ivan Ezar,SH Selaku Kuasa Hukum Almarhum Nurjaya

 

Ivan Ezar selaku Kuasa Hukum pekerja dari almarhum Nurjaya menjelaskan bahwa setiap pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan maka bilamana terjadi kecelakaan kerja, pengusaha tersebut yang bertanggung jawab penuh memberikan Hak-Haknya pekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan saat ini.

“Dalam hal ini maka kami percayakan dan serahkan kasus ini kepada Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, yang menjadi Garda terdepan Penegakan Hukum Ketenagakerjaan dan mampu menjadi figur Penegak Hukum yang berintegritas dan profesional”,imbuhnya.

Lebih lanjut advokat yang muda dan energik ini juga mengatakan meminta Bantuan serta di jadikan perhatian  kepada Bupati Kabupaten Tangerang.

“Kami meminta perhatianya agar Bapak Bupati Kabupaten Tangerang melalui Dinas lingkungan Hidup menyidak dan memeriksa, Perusahaan PT. TRUVA PASIFIK dan atau PT. RIO TERRA GEMILANG pembuat “ARENG BATOK” ini, yang kami duga tidak mengantongi ijin Lingkungan Hidup, agar menjadi efek jera bagi pelaku usahanya”, Tegasnya saat ditemui di Kantor Disnakertrans serta merasa kecewa dengan ketidakhadiran pihak perusahaan guna penuhi panggilan tersebut. Selasa, ( 19/7 ). ( Rudi ).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply