Setelah Lama Dinonaktifkan, Kini Penagihan Pajak Secara Door to Door Diaktifkan Kembali

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Setelah beberapa bulan Samsat Purworejo menonaktifkan penagihan pajak secara door to door karena pandemi dan diberlakukannya PPKM. Kini dengan berakhirnya program pembebasan denda administrasi pada 6 September 2021 lalu, dan Covid-19 sudah melandai, penagihan pajak secara door to door mulai diaktifkan kembali.

Pelaksanaan kegiatan penagihan door to door ini
merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya petunjuk teknis oleh Pemprov Jateng pada 10 September 2021.

Kepala UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, Roedito Eka Suwarno mengatakan, penagihan secara door to door ini sudah berjalan hampir dua bulan.

Lanjut Roedito, hampir dua bulan, sampai hari Kamis (28/10/21) ini, Samsat Purworejo sudah mengedarkan surat penagihan kepada wajib pajak (WP) sekitar 524 surat.

Kita sudah datangi wajib pajak secara door to door, dengan target penagihan sekitar Rp 1,3 milyar,” ungkap Roedito, Kamis (28/10/2021).

Tetapi ungkap Roedito, setelah dilakukan evaluasi, hingga hari ini, Kamis (28/10/21), sudah terealisasi sekitar seribu wajib pajak. Jadi hingga hari ini untuk pembayaran tunggakan penanganan piutang sudah mencapai Rp 3,4 milyar, dari target Rp 1,2 milyar.

“Ini terjadi karena dari wajib pajak yang didatangi, ternyata banyak yang memiliki kendaraan lebih dari satu dan pajaknya juga ada tunggakan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Roedito, Samsat Purworejo memiliki potensi 66 ribu tagihan dengan nilai mencapai Rp 24 milyar. “Saat ini kita sudah menangani 15 persen dari potensi tunggakan. Kita targetkan akhir Desember bisa tercapai 20-30 persen dari potensi tunggakan, dengan nilai mencapai Rp 7-9 milyar,” kata Roedito.

Roedito mengungkapkan, dengan dilakukannya surat tagihan pajak door to door, petugas tidak hanya melakukan pemberitahuan dan kapan kesanggupan dari wajib pajak untuk membayarnya tetapi juga melakukan sosialisasi.

“Dalam surat penagihan, sudah tertera besaran berapa tagihan yang harus dibayarkan,” ucap Roedito.

Namun ujar roedito, jika wajib pajak tidak punya waktu untuk membayar, dari Samsat Purworejo siap memprosesnya melalui Samsat Siaga.

“Kita berharap dengan penagihan pajak door to door, masyarakat juga ikut didalam melaksanakan pembangunan di Jateng, sehingga pembangunan ini bisa berjalan,” ucapnya.

Dengan begitu, ucap Roedito, upaya-upaya pemprov untuk membangun Jawa Tengah yang lebih sejahtera ini tidak ada kesulitan dalam pendapatan dan belanja daerah, sehingga saling menopang antara pemasukan dan belanja daerah, sehingga kembalinya untuk kesejahteraan masyarakat Jateng.

“Kita melakukan penagihan pajak door to door, tujuannya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, bahwa membayar pajak itu sekarang sudah mudah. Apalagi dengan adanya aplikasi layanan New Sakpole. Bayar pajak tahunan lebih mudah dan tidak perlu lagi mendatangi kantor layanan. Karena lewat online sudah sampai ke E-Pengesahan.

Saya berharap dengan PPKM di Purworejo yang sudah level 3 dan kasus Covid semakin melandai, semoga aktivitas masyarakat semakin tinggi, ekonomi makin bangkit, ekonomi masyarakat mulai bangkit dan punya duit, sehingga mereka punya kemampuan kembali untuk melakukan kewajibannya membayar pajak,” pungkas Roedito. (W)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply