banner 728x90

Happy Weding Anggraeni & Dhendy

Rk.Jakarta,- Dalam Penelusuran rakyatkita.com mencoba gali arti dari Midodareni ini. Mitos Jawa, Midodareni berasal dari legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan. Kunjungan Sang Dewi untuk putrinya, Nawangsih yang hendak menikah.”

Meski datang ke rumah calon istrinya, di malam Midodareni ini calon pengantin pria tidak diperkenankan tidur di rumah mempelai putri. Tuan rumah biasanya telah menyediakan pondokan di tempat lain untuk istirahat calon pengantin pria. Pondokan yang disediakan biasanya juga tidak terlalu jauh dari tempat diselenggarakannya malam Midodareni, karena pada malam itu calon pengantin pria masih diperkenankan untuk bertemu dan berkenalan dengan keluarga besar calon mempelai wanita. Meski demikian, sekitar pukul 22.00 calon pengantin pria sudah harus kembali ke pondokan untuk mempersiapkan energi saat dilangsungkan berbagai acara ke esokan harinya.

Prosesi ritual doa dan bancakan Midodareni biasanya dilakukan pada tepat tengah malam atau sekitar pukul 24.00. Menurut kepercayaan, moment ini untuk menyambut datangnya wahyu yang akan turun menganugerahkan kepada kedua calon mempelai.

Pada malam Midodareni keadaan harus cukup tenang dalam suasana khidmat. Ada harapan dan doa dalam malam menjelang akad nikah ini. Selain dalam ucapan, doa dan harapan tersebut disimbolkan dalam beberapa hidangan yang disajikan dan hiasan yang ada di rumah mempelai wanita. Ubo Rampe di malam Midodareni ini biasanya terdiri dari sepasang Kembar Mayang yang dipajang di kamar pengantin wanita, sepasang periuk yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak sebagai penutup.Sepasang kendi yang di isi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap serep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur dan Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi. Selain itu terdapat hidangan berupa bancakan yang akan dimakan bersama setelah pukul 24.00.

Upacara Midodareni berakar dari cerita legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan. Dewi Nawangwulan adalah seorang bidadari dari khayangan yang memiliki anak seorang manusia. Dewi Nawangwulan berjanji akan turun ke bumi kelak jika anaknya yang bernama Dewi Nawangsih menikah. Dengan demikian, upacara Midodareni diambil dari cerita turunnya. (Ajis/Irwani)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply