Tak Jadi Dilantik, Calon Sekdes Desa Kragilan Gugat Dinpermades

PURWOREJO,-rakyatkita.com-Calon Sekdes Desa Kragilan, Gebang, Purworejo, Wahyu Purwaningsih, mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Purworejo. Melalui kuasa hukumnya, Tjahjono, SH, Wahyu menggugat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Purworejo.

Wahyu menggugat karena batal dilantik menjadi Sekdes Kragilan, karena adanya surat dari Dinpermades Purworejo yang menyebutkan, bahwa tes tertulis pada seleksi calon Sekdes Kragilan pada bulan Maret 2020 lalu, dianggap tidak syah atau cacat hukum dikarenakan, tidak adanya soal Matematika dalam test tersebut.

Dengan adanya surat dari Dinpermades Camat dan kepala desa tak berani memberikan rekomendasi. Akibatnya Kades tidak berani melantik Wahyu, calon sekdes dengan nilai tertinggi.

“Yang berwenang melantik Sekdes, adalah Kades. Padahal pelantikan direncanakan tanggal 22 April 2020 lalu, dan turun surat pembatalan pelantikan 17 April 2020,” jelas Tjahjono, Jum’at (04/12/2020).

Tjahjono menjelaskan, dalam proses gugatan tersebut, ada proses mediasi antara pihak penggugat dan tergugat. Namun hingga beberapa kali proses mediasi, tak ada titik temu.

“Akhirnya klien kami terus melanjutkan gugatan perdata ke pengadilan. Dengan gugatan bahwa Dinpermades Purworejo telah melakukan perbuatan melawan hukum,” ungkap Tjahjono.

Sementara itu, Kepala Dinpermades Kabupaten Purworejo, Agus Ari Setiyadi menanggapi gugatan tersebut mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya, normatif saja, memberikan ketentuan-ketentuan bahwa regulasi yang berlaku berkaitan dengan pengisian perangkat ya seperti itu.

“Saya meluruskan bahwa ada proses dalam test tertulis yang tidak dilalui di situ, yakni mata pelajaran matematika yang tidak ada. Seharusnya ada empat mata pelajaran dalam ujian tertulis tersebut, Bahasa Indonesia, PKN, Matematika dan Pengetahuan Umum, dengan jumlah soal semuanya 100 pilihan ganda,” jelas Agus Ari.

Menurut Agus, sebenarnya ada solusi, yaitu dihentikan dan diulang lagi prosesnya dari pendaftaran sekdes dari awal, atau ujian ulang khusus ujian tertulis.

“Seumpama surat dari kami diabaikan. Kepala desa melantikpun nggak masalah. Namun kepala desa pun nggak berani,” kata Agus Ari.

Mengenai gugatan terhadap Dinpermades. “silahkan saja, karena itu hak siapa saja,” pungkas Agus.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply