Pembangunan Jalan Desa Cibaliung di Duga Kuat Ada Indikasi Dugaan Korupsi

Rakyatkita.com—Pandeglang, Proyek pengerasan jalan kampung Cibenter, Desa Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga di korupsi oleh oknum aparatur Desa tersebut.

Pasalnya dalam papan reklamenya jelas terpampang anggaran dari dana Desa senilai Rp.176.870.000 dengan Volume Panjang 460M Lebar 2,5M tinggi atau tebal 0,15. Proyek tersebut dari anggaran dana desa Tahun 2020.

Menurut para mahasiswa, bahwa hak ongkos pekerja pun yang dikeluarkan tidak sesuai, padahal sudah mutlak hak pekerja, dalam pekerjaannya pun asal-asaln sekan tidak ada yang mengawasi

Selain itu, pemampangan nama Volume angka panjang lebar tinggi dalam papan reklame pun terlihat sudah diganti. Dalam papan pertama Volume panjangnya 585M x 2,5, tetapi diganti dengan cara di tutup kemudian ditempel lalu ditulis menjadi angka 460M.

Dengan adanya dugaan korupsi tersebut mahasiswa yang tergabung dari Gerakan mahasiswa marhaenis (GMM), menyurati aparatur Desa untuk minta penjelasan dan pertanggung jawabannya. Tetapi, niat baik para mahasiswa tersebut tidak sama sekali direspon.

Akhirnya para mahasiswa tersebut mengambil tindakan laian yaitu beraudiensi dengan DPMPD Kabupaten Pandeglang, Jumat (08/05/2020).

Tetapi sangat disayangkan pada saat audiensi berlangsung aparatur Desa Cibaliung tidak ada yang hadir tanpa alasan.

“Ya kalau kepala desa atau tim pelaksana kegiatan tidak bisa hadir, minimal ada perwakilan dong, akhirnya semakin kuat saja dugaan kami kalau mereka itu memang tidak punya keseriusan dan iktikad baik untuk klarifikasi masalahnya tersebut, ada apa?”, kata panji, ketua GMM.

Adapun di konfirmasi via chat wa, Nana suandana, Sekdes, ia mengungkapkan bahwa sudah bekerja sesuai dengan kemampuannya.

Sementara tanggapan dari Kepala DPMPD Pandeglang, Doni Hermawan, sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan adanya tindakan para mahasiswa untuk mengajak audiens terkait perihal masalah tersebut.

“Kami siap menampung dan menanggapi aduan dan aspirasi yang di adukan, dan pula akan menindaklanjuti sampai akan menyurati Inspektorat agar bisa turun memeriksa adanya dugaan pelanggaran yang di lakukan oknum desa tersebut,” ungkap Doni Hermawan.

Para mahasiswa juga saat audiens meminta untuk memberikan teguran kepada pihak kecamatan, lantaran menurutnya bahwa pihak kecamatan tersebut tidak bisa bekerja dengan baik sebagai pihak verifikator dan monitoring pada setiap penyelenggaraan kegiatan di wilayah desanya.

Selain itu para mahasiswa tidak akan tinggal diam apabila permasalahan tersebut selesai begitu saja, karena menurutnya persoalan tersebut sangat merugikan masyarakat dan Negara. ( Tim )  (Sumber: Catatan Saprudin MS)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply