Fauzi Menanggapi Saksi Ahli Dari UGM Terkait Sidang Gugatan Akper Pemkab

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Gugatan Yayasan Manggala Praja Adi Purwa (YMPAP) yang mengajukan saksi ahli dari pihak penggugat, dengan mendatangkan saksi ahli dosen Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Irna Nurhayati, SH, M.Hum, LL.M, Ph.D.

Yang persidangannya sudah berlangsung, Kamis (11/02/21) lalu terkait gugatan perdata terhadap pendiri yayasan baru pengelola Akper Pemkab Purworejo, Yayasan Manggala Praja Adi Purwa Purworejo (YMPAPP) mendapat tanggapan dari Akhmad Fauzi, salah satu pembina YMPAP.

Fauzi mengatakan, saat sidang Kebetulan tidak bisa hadir dipersidangan karena sakit. Namun Ada hal yang menurutnya sangat menarik yaitu pernyataan saksi ahli yang disampaikan oleh pengacara saudara Dewa Antara, SH bahwa menurut saksi ahli, Akte Notaris Sri Rahayu Kasriani, SH Nomor 1 Tahun 2016 tentang pendirian Yayasan Manggala Praja Adi Purwa Purworejo bermasalah.

“Benar atau tidak pasti terserah penilaian majelis hakim yang menyidangkan. Namun saya sudah menduga dari awal, baik berdasarkan pada proses penerbitan akte tersebut dan setelah mencermati isi akte tersebut terutama di premis maupun akte komparisi yang disajikan rasanya memang ada yang bermasalah,” ucap Fauzi, Senin (15/2/21).

Lihat saja dari sisi prosesnya, terang Fauzi, yang paling mendasar bagi saya adalah, walau sah saja, atas alasan apa mereka meminta jasa notaris di Demak untuk obyek yang ada di Purworejo, sementara di Purworejo sendiri ada sekitar 25 sampai 26 notaris yang berpraktek?

Nanti suatu saat terang Fauzi, jika ada rumor ketika salah satu pengurus Yayasan lama yang bertanya kepada salah seorang pengurus Yayasan Manggala Praja Adi Purwa Purworejo, kenapa kok akte dibuat di Demak?

“Jawabannya karena notaris Purworejo tidak bersedia mengerjakan,” ungkap Fauzi.

Menurut sepengetahuan Fauzi, sesuai ketentuan di dalam Undang-undang tentang Jabatan Notaris, maka notaris wajib menerima permohonan pelayanan jasa notaris kecuali ada alasan untuk menolaknya. Jadi barangkali notaris Purworejo tidak bersedia karena mereka menduga bahwa Yayasan sedang ada masalah hukum yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.

“Ini pertanyaaan sederhana yang seharusnya bisa diklarifikasikan oleh notaris siapapun, apakah di Purworejo tak ada notaris kok susah-susah ke Demak, ini sebuah pertanyaan yang sederhana namun implikasinya bisa luar biasa,”ucap Fauzi.

Fauzi mengungkapkan, misal notaris kemudian ragu tentang adanya masalah hukum, seharusnya dia menolak berdasar petunjuk Undang-undang Jabatan Notaris.

“Saudara Kelik Sumrahadi yang dikatakan sebagai pemohon yang menghadap notaris, siapa yang merekomendasikan kepada beliau untuk menggunakan notaris Demak?, itu pertanyaan saya,” kata Fauzi

Mungkin juga dugaan saya salah, jelas Fauzi, barangkali beliau memang sudah mengenal sebelumnya, jadi bukan dikenalkan secara formal saat menghadap notaris dengan menunjukkan KTP.

“Tetapi boleh saja kan saya menduga bahwa Pak Kelik sebelumnya tidak pernah tahu ada notaris di Demak yang namanya sebagai tersebut di atas, Apakah barangkali ada orang ketiga yang menghubungkan Bambang Ariawan dan kawan-kawan termasuk Pak Kelik dengan notaris di Demak tersebut? Hanya Allah yang tahu, saya tidak tahu,” ungkap Fauzi.

Menurut Fauzi, masih banyak masalah lain dalam Akte Pendirian Yayasan Manggala Praja Adi Purwa Purworejo.

“Tetapi maaf, saya tidak dalam posisi untuk dapat memberikan penilaian, Beda dengan kesaksian, apakah di peradilan perdata ataupun di pidana, karena sebagai saksi saya hanya menyajikan dan menjelaskan adanya fakta, sementara yang menilai hakim,” pungkasnya.(WN)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply