Diduga Membuat Fitnah, Lima Advokat LBH Sakti di Adukan Ke Polisi

PURWOREJO, rakyatkita.com,- Seorang perangkat desa di Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, (SP) didampingi Ketua LSM Tamperak Kabupaten Purworejo, Sumakmun, mengadukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sakti Kabupaten Purworejo, ke SPKT Polres Purworejo,Kamis (8/7/21).

Ketua LSM Tamperak Kabupaten Purworejo, Sumakmun, mengatakan pengaduan ini ditujukan kepada Lima orang advokat yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sakti Kabupaten Purworejo, terkait dugaan membuat fitnah atau peberitahuan palsu terhadap perangkat desa di kecamatan Banyuurip (SP).

“Kami melaporkan kelima Advokat LBH Sakti karena diduga telah mefitnah dan menuduh klien kami (SP) telah melakukan perbuatan zina dengan seseorang inisial (IS) yang dimana klien kami merasa tidak pernah melakukan perbuatan tersebut,” kata Sumakmun.

Lanjut Sumakmun, kelima advokat dari LBH Sakti tersebut diadukan karena diduga telah membuat surat yang isinya penghakiman kepada (SP) yang mengatakan telah melakukan tindakan perzinahan dan asusila dengan seorang pria bernama IS.

“Klien kami sangat menyayangkan tindakan kelima advokat dari LBH Sakti, yang telah membuat surat yang berisikan tuduhan yang tidak pernah dilakukan oleh klien kami,” ungkap Sumakmun bersama SP usai membuat laporan pengaduan.

Apalagi terang Makmun surat tersebut telah di kirimkan ke Bupati Purworejo dan dinas lainnya, padahal perkara itu saat ini sedang ditangani Polsek Ngombol dan sampai saat ini belum ada laporan atau bukti dari pihak yang melaporkan.

“Klien kami menyesalkan kepada kelima advokat LBH Sakti yang menandatangani surat tersebut harusnya sebagai pengacara mencerminkan profesiaonalitas,”ucap Sumakmun.

Menurut Sumakmun, menuduh seseorang tanpa ada bukti tidak dibenarkan, apalagi seperti isi surat tersebut yang mengatakan telah terjadi perzinahan, karena tidak ada bukti harusnya ada kata diduga, padahal kasus ini belum pernah mendapat putusan pengadilan.

“Artinya, masih bersifat dugaan. Kalau mengatakan, terjadi perzinahan, tanpa disertai kata dugaan, itu namanya penghakiman. Kami akan meminta LBH Sakti Purworejo, untuk membuktikan seluruh dalil yang dituliskan di surat tersebut, apakah ada bukti dan jika tidak ada bukti, pihak kami akan mengambil langkah hukum lebih lanjut,” tegas Sumakmun.

Selain itu jelas Sumakmun, pihaknya juga akan melaporkan kasus ini ke Peradi, atas dugaan pelanggaran kode etik advokat.

Sementara itu Direktur LBH Sakti Purworejo, K A Dewa Antara, saat dikonfirmasi melaui pesan Whatsaaps membenarkan, adanya surat yang dimaksud yang dibuat oleh para advokat yang tergabung dalam firma hukumnya. Menurutnya pengaduan ke polisi itu hak setiap orang.

“Kami tetap mengedepankan profesionalitas dalam membela klien kami. Saya sangat menghormatinya. Kita ikuti saja biarkan hukum berjalan, apakah perkara yang dipersoalkan masuk ranah hukum pidana atau hukum admnistrasi,” ungkapnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply