Diduga Kades Hayatim Banyak Selewengkan ADD dan DD, Aspirasi Masyarakat Tidak Digubris

Rakyatkita.com,Maluku Utara Halsel,- Kendati Presiden Joko Widodo setiap saat mengingatkan kepada Pemerintah Desa agar mengelola anggaran secara baik supaya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tidak bermasalah Hukum. Namun, fakta itu tampaknya tidak pernah dirasakan oleh masyarakat desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah.

Kondisi itu sungguh sangat
miris. Sebab, Pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan dibawah pimpinan Bupati Bahrain Kasuba. Pasalnya, hanya satu orang Kepala Desa saja. Bupati dan Kepala DPMD Halsel, Bustamin Soleman diduga tidak bisa memberhentikan dari jabatan nya. Padahal, Kepala Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Sainudin Hi Adam ini kuat dugaan telah menyelewengkan anggaran dana desa setiap tahun anggaran.

Publik Halmahera Selatan tahu bahwa Kades Wayatim Halmahera Selatan, Sainudin Hi. Adam kuat dugaan menyelewengkan dana desa karena sudah beberapa kali Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kaur pemerintah desa bersama warganya datang di Kabupaten Halmahera Selatan untuk menyampaikan keluhan melalui demonstrasi di Dinas BPMD dan Inspektorat tetapi tidak pernah digubris oleh Pemerintah Kabupaten.

Aspirasi warga yang disampaikan agar Kepala Desa nya diganti karena sepanjang memimpin di desa tersebut hanya satu program yang dibuat yakni pemasangan lampu jalan menggunakan dana desa tetapi sebagian besar diduga program tidak pernah dibuat. Alat Tulis Kantor (ATK) didalam kantor saja tidak pernah ada dan tidak pernah melakukan pelayanan.

Kepala desa juga tidak pernah terbuka soal anggaran kepada masyarakat padahal setiap tahun desa tersebut menerima anggaran baik alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) itu kisaran Rp.900.000.000 lebih tetapi tak ada satu pun program yang direalisasikan.

Informasi yang dihimpun wartawan, setiap ada Keluhan yang disampaikan oleh BPD, aparatur desa dan masyarakat desa ke DPMD tidak pernah ditindak lanjuti. Sebab, Kepala DPMD Halsel memanggil kepala BPD dan menakut nakuti dan mengaku Kepala Desa itu titipan Istri Bupati Halsel, Nurlela Muhammad karena sama-sama satu suku sehingga kepala desa harus dipertahani biar telah banyak melakukan pelanggaran.

Ironisnya lagi, setiap pencairan anggaran itu Kepala DPMD Halsel Bustamin Soleman diduga selalu mendapat jatah dari dana desa sehingga dia tidak akan mau memberhentikan kades Wayatim meski sudah banyak melakukan kesalahan. Buktinya, meski sudah berulang kali di demo minta Kades diganti tetapi Kepala DPMD bersikeras untuk mempertahankan.

Kejadian terakhir Minggu kemarin dihadapan polisi warga nyaris menghakimi salah satu pendamping desa karena mengaku sebagai staf DPMD. Tapi, lagi-lagi Kepala Dinas DPMD membela yang bersangkutan dengan alasan mendampingi Kepala Desa.

Dari perjalanan masalah itu warga desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera Selatan berharap informasi ini bisa didengar oleh Kementrian Desa agar masyarakat jangan selalu dijadikan korban oleh Kepala DPMD Halsel karena alasan satu suku maka dia pertahankan. Bayangkan saja setiap tahun anggaran desa sebesar Rp.900.0000.000 sudah tahun keempat kades memimpin tidak ada apa-apa yang dibangun, tetapi Bupati dan DPMD tidak pernah berpihak kepada masyarakat tetapi lebih berpihak kepada Kepala desa.

Kalau kepala desa yang lain bermasalah langsung diganti seperti Kades Papaloang Kecamatan Bacan Selatan. Padahal warga nya tidak pernah turun demo dan lain-lain, sementara Wayatim warganya sudah turun demo berulangkali tetapi tidak pernah digubris karena Kepala Dinas DPMD membela mati-matian kades tersebut. (Rd)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply