Tim Asesor BNSP Lakukan Penilaian Perdana Uji Kompetensi LSP P1 SMK TKM Purworejo

Tim asesor dari BNSP saat melakukan Witness di LSP P1 SMK TKM Purworejo, Minggu (30/05/21) – foto: rakyatkita.com
 
 

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Hari ini, Minggu (30/5/21) BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), melakukan penilaian atau penyaksian (witness) dalam rangka pelaksanaan uji kompetensi perdana yang dilaksanakan LSP P1 SMK TKM Purworejo.

Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, Kepala SMK TKM Purworejo menjelaskan, LSP P1 di SMK TKM Purworejo hari ini mengajukan tiga skema sertifikasi yakni, keahlian teknik mekanik industri, teknik pemesinan, dan teknik komputer jaringan.

“Penilaian atau Witness ini sebagai lanjutan beberapa waktu lalu terkait permohonan SMK  TKM Purworejo untuk mendapatkan LSP P1,” ujar Ki Gandung.

Lanjut Ki Gandung, dengan penilaian ini nanti Kalau sudah punya sertifikat yang dikeluarkan BNSP dengan LSP P1 ini, SMK TKM Purworejo bisa menjadi tempat uji kompetensi.

“Jadi anak-anak yang ikut uji kompetensi dan lulus akan mendapatkan sertifikat uji kompetensi. Sertifikat ini bisa menambah poin saat anak nanti melamar pekerjaan,” ujar Ki Gandung.

Ki Gandung memprogramkan, semua guru SMK TKM kelompok C melaksanakan uji kompetensi sebagai asesor.

Sementara itu Slamet RG, selaku Ketua Tim Witness BNSP dan sebagai asesor mengungkapkan, LSP P1 SMK TKM Purworejo, sudah mendapat sertifikat lisensi dari BNSP.

Maka dari itu persyaratannya setelah mendapatkan sertifikasi, saat pertama kali melaksanakan uji kompetensi, harus di witness atau disaksikan oleh BNSP.

“Untuk itulah saya bersama Shofiyulloh sebagai asesor BNSP ke SMK TKM untuk menyaksikan, apakah sudah benar apa belum, ada kekurangan atau tidak,” ungkap Slamet.

Kalau ada yang tidak sesuai jelas Slamet, harus diperbaiki jangan diulang pada uji kompetensi yang selanjutnya, Kalau tidak diperbaiki, maka akan dibuat laporan yang disebut ketidaksesuaian.

“Artinya tidak sesuai dengan pedoman. Karena dalam melaksanakan uji kompetensi harus sesuai pedoman yang sudah ditetapkan BNSP,” ucap Slamet.

Kalau sudah sesuai, terang Slamet, selanjutnya LSP P1 SMK TKM Purworejo bisa melakukan uji kompetensi kepada para siswa SMK TKM atau siswa sekolah jejaring sesuai atas permintaan siswanya dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sebetulnya uji kompetensi ini dilakukan siswa setelah siswa dididik atau dilatih, dan merasa sudah kompeten, kemudian minta diuji memastikan bahwa benar-benar kompeten atau tidak siswa tersebut.

“Adapun syarat mengikuti uji kompetensi, siswa harus mengajukan permohonan uji kompetensi, kalau untuk SMK jejaring dengan skema yang sesuai dan harus dimintakan ke dinas propinsi,” pungkas Slamet.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply