Sebanyak 53 Siswa SMk kesehatan Purworejo ikuti Pembekalan Masuk Perguruan Tinggi Negeri

PURWOREJO, rakyatkita. SMK memang disiapkan untuk langsung siap bekerja, tetapi untuk melanjutkan kuliah itu juga lebih bagus. Seperti siswa-siswa SMK Kesehatan Purworejo di tahun 2021 ada 53 siswanya yang akan mengikuti SNMPTN 2021 (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

 

“Ada 29 siswa kelas XII SMK Kesehatan Purworejo jurusan keperawatan dan 24 siswa jurusan farmasi hari ini  Rabu (17/02/2021), mengikuti pembekalan dalam rangka mengikuti SNMPTN 2021,” terang Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin S.Sos, MPd.

Nuryadin menjelaskan, tahun ini, untuk SMK Kesehatan yang mengikuti seleksi SNMPTN lumayan banyak, hal itu dikarenakan sekolah sudah terakreditasi A, sehingga mendapatkan kuota banyak. Dari jumlah seluruh siswa kelas XII,  53 siswa atau 40 persennya sudah memenuhi kriteria berdasarkan seleksi dari guru BP/BK.

“Para siswa diberikan/disiapkan untuk mengikuti seleksi nasional masuk Perguruan Tinggi Negeri. Dalam pembekalan diajarkan  tentang bagaimana strategi memilih jurusan yang pas. Dengan pembekalan ini, kita harapkan siswa tidak bingung lagi dalam menentukan jurusannya, dan bagaimana nanti ketika siswa kuliah,” ujar Nuryadin.

Nuryadin mengatakan, sebetulnya SMK itu disiapkan untuk langsung bekerja bukan kuliah, namun SMK kesehatan mempunyai motto tersendiri yakni lulusan SMK siap kerja siap kuliah, siap bekerja sambil kuliah.

“Saya berharap siswa SMK Kesehatan untuk  tetap melanjutkan kuliah, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, Hal ini Karena sesuai undang-undang ketenagakerjaan di Indonesia, lulusan SMK, jika kerja di dunia industri statusnya hanya karyawan kontrak maksimal 2 tahun. Sementara dengan pendidikan lebih tinggi / kuliah akan jadi karyawan tetap,”ujar Nuryadin.

Nuryadin berharap, tahun ini target SMK Kesehatan Purworejo siswanya bisa diterima semua di perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia, apalagi saat ini seluruh perguruan tinggi negeri di Jawa sudah di tembus, kecuali ITB, Jakarta, dan Jogja di  UGM dan UNY, semoga tahun ini di Jogja bisa tembus,

“Saya berpesan saat ini sudah era globalisasi, kalau hanya lulusan SMK, bisa kalah bersaing dan kurang maksimal, apalagi bandara internasional YIA di Kulonprogo sudah beroperasi, maka pemuda  Purworejo sebisa mungkin manfaatkan bandara itu,” pungkas Nuryadin.(wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply