Pembelajaran Konsultasi Terprogram, SMP N 15 Perketat Protokol Kesehatan

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Walau masih dalam pandemi Covid-19, siswa SMP N 15 Purworejo mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka atau dengan istilah pembelajaran Konsultasi Terprogram. Namun tidak sekolah seperti biasa. Di pandemi ini, siswa masuk sekolah setiap kelas, dibagi menjadi tiga kelompok sesuai nomer urut siswa.

Kepala SMP N 15 Purworejo, Dwi Retno Untari, SPd, menjelaskan, dalam pembelajaran Konsultasi Terprogram, siswa tatap muka masuk dua kali dalam seminggu dari jam 07.00 WIB hingga 10.30 WIB. Selebihnya tetap menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring yang dimulai pukul 12.15 WIB. Dalam PJJ ini, semua siswa wajib mengikuti.

“Dalam Konsultasi Terprogram ini, kita sangat ketat menerapkan protokol kesehatan, selalu menerapkan 3M yakni Mencuci tangan dengan sabun, Menggunakan masker, dan Menjaga jarak hindari kerumunan, jelas Dwi Retno, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Dwi Retno, Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo sudah tepat mengambil langkah dengan melaksanakan pembelajaran sistem Konsultasi Terprogram, karena dengan pembelajaran PJJ kendala di lapangan sangat banyak, terutama sulitnya jaringan internet di beberapa daerah, masalah kuota, dan banyak tidak didampingi orang tua karena kerja dll.

“Kita bersyukur, dengan sistem Konsultasi Terprogram, karena dengan tatap muka, guru lebih mudah dalam memberikan materi pelajaran dan menjelaskan kepada siswa. Untuk tugas kita masih melalui daring, karena untuk mencegah penularan Covid-19 melalui media kertas,” ungkap Dwi Retno.

Lanjut Dwi Retno, guru saat Konsultasi Terprogram, bisa memberikan penjelasan materi yang selebar-lebarnya, dan tugas diberikan melalui aplikasi Google Class Room.

“Alhamdulillah di SMP N 15 sekitar 95 persen siswa bisa ikut daring. Tetapi bagi siswa yang memiliki kendala jaringan internet, kita juga memberikan tugas melalui Luring (luar jaringan). Yakni orangtua datang ke sekolah untuk mengambil materi dan tugas, namum apabila tidak bisa Luring, bisa home visit,” kata Dwi Retno.

Menurut Retno, dengan sitem Konsultasi Terprogram, guru merasa bebannya berkurang, karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Harapan kami, situasi segera normal kembali. Karena menurut para guru, perilaku anak di depan kelas dengan di depan laptop, beda,” ujar Dwi Retno.

Saya sampaikan juga, SMP N 15 Purworejo tahun ini sebenarnya maju dalam lomba Adiwiyata tingkat Nasional. Karena Pandemi, lomba ini diundur tahun depan, mohon doanya semoga tahun depan bisa terlaksana,” harap Dwi Retno.(Wan)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply