BNSP Lakukan Full Assessment Dalam Rangka Pendirian LSP SMK TKM Purworejo

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Untuk mendapatkan lisensi dari dari BNSP, dalam rangka pendirian LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) P1. SMK Taman Karya Madya (TKM) Tamansiswa Purworejo, hari ini Sabtu (20/02/21). melakukan Full Assessment dengan Mendatangkan Assessor dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), pusat Martinus Darmonsi dan Syaiful Anwar,

Kepala SMK TKM Purworejo, Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, mengatakan, pendirian LSP P1 ini merupakan bagian terpenting dalam rangka peningkatan sekolah.

“LSP P1 yang kita daftarkan ada empat kompetensi keahlian, yakni, teknik mekanik industri, teknik pemesinan, teknik komputer jaringan dan teknik instalasi tenaga listrik,” jelas Ki Gandung.

Lanjut Ki Gandung, Full Assessment yang dilaksanakan hari ini, tujuannya untuk mengecek apakah dokumen yang disiapkan oleh LSP P1 SMK TKM Purworejo, sudah memenuhi syarat atau belum.

“Nanti kalau sudah memenuhi syarat dan mendapat lusensi dari BNSP, LSP P1, SMK TKM bisa menguji sendiri dan sekolah lain bisa ikut uji kompetensi,” ucap Ki Gandung.

Ki Gandung mengatakan, untuk SMK TKM Purworejo saat ini sudah memiliki 8 Assessor untuk empat kompetensi keahlian. Ibaratnya Kalau sudah mendapat lisensi, seperti naik motor sudah memiliki SIM.

Ki Gandung menjelaskan, dengan LSP P1 berlisensi tujuannya dalam rangka mendukung para siswa setelah selesai ujian dan saat melamar pekerjaan di perusahaan besar akan dimudahkan karena siswa sudah memiliki sertifikat LSP P1 yang berlisensi dari BNSP.

“Harapan saya LSP SMK TKM lolos seleksi dan mendapatkan Lisensi dari BNSP dan lisensi ini nantinya sebagai bukti bahwa kita sudah bisa mandiri LSP P1 nya. Semoga kerja keras dan dukungan teman-teman, guru, karyawan, serta sarana prasarana, segera terwujud, “harap Ki Gandung. 

Sementara itu Martinus Darmonsi, Master Assessor dari BNSP mengatakan, hari ini mulai pagi hingga sore dari BNSP akan melakukan penilaian terhadap kesesuaian atau kecukupan dokumen, LSP P1 SMK TKM.

“Kita juga akan memastikan tempat uji kompetensi, sarana prasarana sesuai prodi yang ada, assessornya, serta materi uji sudah sesuai apa belum,”ucap Martinus.

Lanjut martinus, setelah uji dan penilaian selesai, dan semua sudah komplit, serta syarat terpenuhi, hasil dari assessment tersebut, selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk sidang pleno menentukan disetujui atau ditolak pendirian LSP 1 ini.

“Untuk Proses bisa satu bulan, hal ini untuk menjaga kalau ada kekurangan dokumen agar bisa diperbarui, namun jika seminggu bisa selesai, kita juga secepatnya bisa memutuskan,” ungkap Martinus.

Jika di setujui, terang Martinus, BNSP akan memberikan lisensi pada sekolah ini sebagai LSP P1 dan bisa melaksanakan uji kompetensi bagi siswanya, mewakili BNSP. Martinus juga mengatakan Kedepan dalam mencari pekerjaan, yang ditanyakan keahliannya apa, dan mana buktinya.

“Jadi yang ditanyakan saat melamar kerja keahliannya, yang dibuktikan dengan mempunyai sertifikat uji kompetensi,” pungkas Martinus.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply