Perlunya Inovasi dan Pengembangan Diri Bagi Seorang Pendidik Di Masa Pandemi

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Sudah hampir satu semester lebih, dunia pendidikan mengalami perubahan tatanan dan cara pembelajaran yang ada pada saat. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh belahan dunia. Dimana secara tidak langsung juga mempengaruhi semua sektor yang ada, baik dari ekonomi, maupun pendidikan.

Seperti yang dituturkan Ayu Dwi Nugraheni, S.Si seorang pendidik di SMK Pembaharuan (PN) Purworejo. Dia mengatakan, dengan adanya pandemi ini, telah melumpuhkan hampir semua sector. Bahkan perubahan besar juga sangat dirasakan bagi dunia pendidikan. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang semula dilaksanankan secara tatap muka, sekarang harus dilakukan dengan Daring ( Dalam Jaringan) atau melalui pembelajaran jarak jauh.

“Kita lakukan pembelajaran daring ini sesuai anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Hampir semua daerah di Indonesia melaksanakan aturan baru tentang pelaksanaan pembelajaran daring.
Pembelajaran jarak jauh ini juga memberikan pengalaman baru bagi seorang pendidik”terang Dwi, Selasa ( 11/11/2020) di SMK PN

Menutrutnya, model dan metode pembelajaran yang diterapkan sebelum adanya pandemi ini, mau tidak mau harus mengalami perubahan. Terutama dalam media penyampaian pembelajarannya. Dimana pada pembelajaran Luar Jaringan (luring) guru dapat menyampaikan pembelajaran secara langsung melalui tatap muka dengan peserta didiknya, saat ini guru hanya dapat menyampaikan materi pembelajaran melalui jarak jauh atau daring.

“Ada banyak sekali persiapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini. Dari mulai pemilihan platform yang akan digunakan dalam pembelajaran, model pembelajaran, dan materi pembelajaran yang mengalami perubahan juga,” ujar Dwi.

Dwi mengatakan, pada pembelajaran daring ini, ada banyak platform yang dapat digunakan, misalnya whatsapp, google classroom, google meet, zoom, google form, mocrosoft teams, dan beberapa platform digital lainnya.

“Di sekolah kami tempat saya mengajar, pembelajaran daring yang kami lakukan dengan menggunakan whatsapp grup, google classroom, google meet, dan google form,” ungkapnya.

Namun, terang Dwi, dalam pembelajaran daring juga banyak kendala dan hambatan. Terutama dari segi peserta didiknya, dimana keadaan peserta didik kami sangat beraneka ragam dan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

“Kendala kami yang pertama masalah jaringan sinyal, karena banyak peserta didik kami yang tinggal dipinggiran kota, yang kedua tempat tinggal yang susah untuk mendapatkan jaringan internet, dan yang ketiga faktor ekonomi,” terang Dwi.

Dwi mengatakan, dulu banyak peserta didik yang tidak dapat mengikuti pembelajaran daring karena tidak mempunyai kuota internet. “Akan tetapi setelah pemerintah memberi bantuan kuota internet pendidikan bagi guru dan peserta didik sekarang ini dapat lebih membantu pelaksanaan pembelajaran daring,”kata Dwi.

Untuk pelaksanasn pembelajaran jarak jauh secara daring ini, menurutnya juga sangat dibutuhkan inovasi dalam pelaksanaannya. Baik dari segi penyampaian materi, maupun media pembelajaran yang digunakan. Hal itu dikarenakan supaya peserta didik dapat dengan mudah dan jelas dalam mempelajari sendiri materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Selain harus sesuai dengan kurikulum yang ada saat ini, penyampaian materi juga harus menarik, dengan ulasan materi yang singkat, padat, tapi jelas untuk dipahami.

“Inovasi dalam pembelajaran daring sangat perlu dilakukan bagi seorang pendidik/ guru seperti kami. Seorang guru juga harus lebih kreatif untuk saat ini, agar anak didik tidak bosan, ciptakan suasana pembelajaran daring yang menyenangkan dan dapat dipahami oleh peserta didik,” ucapnya.

Selain itu, tambah Dwi, guru sekarang ini harus paham teknologi IT tidak gagap teknologi (Gaptek) Guru dituntut untuk lebih mampu dalam mengembangkan diri untuk menguasai teknologi khususnya yang berhubungan dengan pembelajaran.

“Seperti penguasaan aplikasi dan platform digital yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran, guru harus menguasai dulu,” tandas Dwi.

Dwi berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dan keadaan dapat kembali normal seperti sedia kala agar dalam pembelajaran jemabi bisa tatao muka.

“Pesan saya kepada rekan pendidik seperjuangan, untuk tetap semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, apapun keadannya. Jangan mudah menyerah dengan keadaan. Teruslah mengembangkan diri, dan berinovasi dalam menciptakan karya dan suasana pembelajaran jarak jauh dengan lebih menyenangkan, sehingga dapat mencapai target kesuksesan dari tujuan pembelajaran,” pungkas Dwi.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan