banner 728x90

LURAH KEMBANGAN UTARA JAKARTA BARAT “ ADA DUIT Rp.265 JUTA SURAT DI KELUARIN ”

RK.Jakarta,- Berawal dari cerita Asnawi dan rekan – rekannya (Asnawi Cs) kamis ,03/08/17, Asnawi Cs adalah si penerima kuasa dari beberapa warga yang memiliki bidang tanah. Karena para pemilik tanah tersebut sulit untuk mengurus dalam hal dokumennya maka para pemilik tanah tersebut memberikan surat kuasa kepada ketiga orang yaitu Asnawi, Asmat B dan Abdullah yang memang sudah dikenalnya oleh para pemilik tanah bahkan diantara pemberi kuasa tersebut masih ada hubungan keluarga dengan si penerima kuasa.

Asnawi Cs mulai melaksanakan pekerjaan pada bulan Juni 2016 karena memang tanah yang mereka akan proses dan berada di kp.Basmol dan sekitar bantaran kali  itu akan digunakan oleh PEMDA untuk prasarana umum dan sudah termasuk program Pemda DKI Jakarta sesuai Perda yang sudah di keluarkan pada tahun 2015. Berjalannya waktu proses kepengurusan surat tersebut hingga mencapai satu tahun lebih di tahun 2017. Itupun sangat cukup penuh banyak rintangan dan kendala dalam kepengurusannya apa lagi para penerima kuasa ini harus membiayai dalam operasional dan pemikiran serta tenaga. Apa lagi Asnawi Cs ini sering dipertanyakan oleh para pemberi kuasa atau ahli waris mengenai kapan surat yang diurus Asnawi Cs itu akan selesai.

Pada akhirnya dokumen yang diurus  Asnawi Cs ada beberapa yang sudah selesai diantaranya surat  atas nama H.Madjid bin H.Hoesen orang tua dari H.Asmuni dan H.Asmat dan surat Umar bin Entong orang tua dari Samad Umar dan ahli waris. Namun menurut  Asnawi Cs untuk mengambil surat yang sudah selesai dar kantor Lurah Kembangan Utara yang sudah di tanda tangani oleh bapak Lurah Edy Sukarya,S.Ap tidak semudah begitu saja karena ada perhitungan anggaran yang harus dikeluarkan oleh para ahli waris atau Asnawi Cs.

Menurut  Asnawi Cs anggaran yang harus dikeluarkan sebagai berikut, buka buku Leter C di Kelurahan Rp.50 juta / 1 bidang parahnya lagi Asnawi harus mengeluarkan Rp.265 juta untuk dua surat yang sudah di tanda tanganai Lurah dengan perincian Rp.200 juta untuk Lurah Edy sebagai Lurah Kembangan Utara dan Rp.65 juta untuk bapak Andi Suhendi sebagai ketua RW.04 Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan.

“ kalau gak ada duit Rp.265 juta lurah gak akan ngasih surat yang udah di tanda tanganin, pokoknya bawa duit ada surat, kapan kita ketemu , udah selesai gitu intinya “ ucap Asnawi yang di damping para rekannya.

Asnawi  Cs juga sempat merekam percakapan langsung dengan ketua Rw.04 bapak  Andi Suhendi dengan menggunakan handphone ( HP ) di kediaman ketua Rw tersebut. Menurut Asnawi Cs ini di lakukan karena Asnawi Cs sudah sangat kesal dan lelah dengan ulah para pelayan masyarakat yang seharusnya membantu masyarakat dan mempermudah dalam pelayanan terhadap masyarakat. Menurut Asnawi Cs selain lempar sana lempar sini dalam proses pengurusan surat – surat tersebut ada juga pihak orang yang membantu lurah seperti bapak Anto dan Anton sebagai orang kepercayaan di Kelurahan Kembangan Utara di tambah lagi dengan bapak Andi Suhendi sebagai ketua  Rw.04 yang menyampaikan pesan kepada Asnawi Cs. Namun ketika di konfirmasi oleh tim media Rakyat Kita mengenai uang tersebut pada pihak ketua Rw.04 bapak Andi Suhendi, beliau tidak bisa di pintai keterangan, bahkan dari tim Media mencoba lewat telpon dan tidak pernah diangkat hingga via WhatsApp ( WA ) tidak memberikan komentar di nomor 0812.1955.1998 / 0813,1955.1998

“tanah juga belum dibayar, duit dari mana saya, saya juga ngerti pasti saya akan kasih duit buat sekedar uang ucapan terima kasih tapi bantu saya dong,,jangan nyusahin saya, kalo tanah itu sudah dibayar,,,ini kan tanah memang belum dibayar,,mintanya juga gak kira – kira, siapa yang gak kesel coba ? “ ucap Asnawi Cs.

“ saya ketemuan sama pihak Kelurahan juga udah abis banyak duit saya,,,udah cukup sabar saya pak,,,kurang baik gimana saya sama mereka, “ tambahnya

“ saya nungguin lurah sampe seharian,,katanya jangan masuk dulu masih ada pak Rt,,,,masih saya tungguin,,,jangan masuk dulu ada pak Rw,,,,siapa yang gak kesel saya,,,sampe pulang saya. Saya bilang sama si Anton,,nihhh lu sampein sama lurah, gua gak akan ke-Kelurahan lagi mulai saat ini dalam urusan gua,,udah cukup gua,,,,cape “ tambahnya lagi saat menceritakan kronologisnya dalam kepengurusan surat di Kelurahan Kembangan Utara.

 “ setelah saya pulang dari Kelurahan, sekitar jam 7 an saya kerumah Rw Andi Suhendi sama si Anda, pengen tau Lurah nitip omongan apa buat saya, yahh,,,ternyata itu sesuai apa yang saya rekam di hp. “ tambahnya lagi.

“ Jadi kata Rw Andi Suhendi, buat lurah Rp.200 juta dan buat Rw Rp.65 juta, itu buat dua surat, kalau gak ada duit surat gak akan dikeluarin sama lurah, kalau ada duit surat dikeluarin, gitu kata Andi omongan dari lurah ” tambahnya lagi dengan nada tinggi.

Dari cerita nara sumber Asnawi Cs nampak terlihat kekesalannya terhadap pihak Kelurahan Kembangan Utara yang di kepalai oleh bapak Lurah Edy Sukarya,S.Ap. Di lihat dari kasus yang di alami oleh Asnawi Cs sebagai warga Kelurahan Kembangan Utara Jakarta Barat yang di persulit dalam kepengurusan surat menyurat apa lagi warga tersebut  harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal.

Di tambah lagi dalam kepengurusan surat tersebut hingga memakan waktu yang cukup lama, Namun ketika surat itu sudah selesai dan di tanda tangani oleh Lurah tidak langsung  diberikan pada si pemohon,malah menurut keterangan dari Asnawi Cs lurah menahan surat tersebut dengan alasan harus membayar sebesar Rp.265 juta dan pembicaraan tersebut di kutip dari hasil rekaman yang di berikan pada tim media Rakyat Kita. Dari percakapan hasil rekaman yang diberikan kepada tim Media Rakyat Kita jelas terdengar ada pembicaraan mengenai uang yang harus dibayarkan oleh Asnawi Cs pada pak Lurah dengan durasi pembicaraan selama 16 menit 32 detik.

Kalau saja kejadian seperti ini dilakukan oleh pihak Kelurahan dan orang – orang yang dekat dengan Kelurahan maka pastinya pelayanan terhadap masyarakat akan sangat terganggu dan akan merugikan masyarakat, semestinya pelayanan terhadap masyarakat harus di tingkatkan dan melayani masyarakat dengan baik, sehingga para masyarakat merasa terbantu dan menjadi nilai kinerja yang baik pula dikalangan pemerintahan dalam segi pelayanan.

Ketika di konfirmasi mengenai pemberitaan masalah pelayanan pihak Kelurahan menurut lurah Edi Sukarya ketika di temui di Kantor Lurah Kembangan Utara (10/08/17).

“ Bahwa kita kelurahan Kembangan Utara tidak pernah menyulitkan orang, bahkan  orang yang kita bantu sudah seperti saudara, saya tidak pernah bekerja dibelakang meja karena saya tahu persis persoalan ini, sampai saya pelajari situasi di lapangan, saya juga sudah membantu dua surat yang dipinta oleh Asnawi, dan yang dia pinta saat ini bukan surat milik Asnawi namun milik orang lain. Kita gak bisa ngasih sembarangan berkas, silahkan saja ahli waris datang sendiri untuk mengambil surat “ ucap lurah Kembangan Utara.

Mengenai uang Rp.265 juta  yang diucapkan oleh Rw.04 Andi Suhendi, lurah Edy juga menyangkal permintaan uang tersebut.

“ Bicara uang 265 juta saya tidak pernah menyampaikan kata – kata itu pada Rw Andi Suhendi karena saya memang tidak ada di lokasi ketika menyampaikan itu, kita membantu warga tanpa bicara uang. Intinya, sepanjamg ahli waris itu ada saya akan berikan berkas itu. Jadi saya menyelamatkan bukan menahan surat dan Asnawi juga sudah seperti saudara dengan saya dan masalah surat yang Asnawi pinta dari saya, saya harus mengkonfirmasi dulu sama para ahli waris” tegas lurah Kembangan Utara ketika diwawancarai di kantornya.

“ Saya harus mengkonfirmasi dulu kepada ahli waris, dan mengenai surat sudah selesai hanya tinggal beberapa KTP saja dari ahli waris saja. Untuk bang Anto sendiri dia sudah lama bekerja disini dan bang Anto paham dengan tanah , bangh Anto juga sebagai PPSU kita “ akhir lurah Edy Sukarya.

“ Sepanjang yang saya tahu pak lurah tidak pernah bicara soal uang 265 juta dan saya juga tidak pernah mencampuri urusan itu dan itu bukan kapasitas saya “ ucap Anto ketika ditanya mengenai uang Rp.265 juta.

“ Omongan lurah gak bener,,,semua bohong, saya ahli waris datang kekantor Kelurahan sama Asnawi dan rekan – rekan,,,,yang ada memang dipersulit surat saya, dan Asnawi juga kan sudah saya kasih surat kuasa, buat apa surat kuasa kalau harus ahli waris juga yang ngurus, ini memang lurah sudah gak bener, dan kalau lurah minta duit sama saya, saya duit dari mana,,,,? Tanah aja belum dibayar sama pemerintah, ada – ada aja lurah “ ucap Sarmili Umar ahli waris dari pemilik tanah yang diurus oleh Asnawi Cs.

“ saya merasa keberatan kalau lurah minta uang ini itu, kalau mau ngasih juga itukan kebijaksanaan dari kita, saya merasa kecewa dengan sikap lurah seperti itu, apa lagi pada warganya sendiri, mestinya lurah bantu warga, bukan menyulitkan warga “ tambah Umar Sarmili.

“ Kita di suru mintain KTP warga sama lurah, lahhh,,itu kan tanah ahli waris dan pemiliknya ada, emang tanah siapa,,?  Surat yang laen aja sudah pada dikasihin sama lurah, gak pake KTP warga segala, kalau mau ada syarat seperti itu mestinya lurah ngomong dari awal,.,suru pada pake dong semua, jangan saya doang,,, intinya lurah minta duit sama saya, dan saya juga sudah sering ngasih duit kok sama lurah, soalnya yang saya tahu di Kelurahan Kedoya, Kosambi, Rawa Buaya, itu gak kaya gini  “ ucap Asnawi yang didampingi rekan dan ahli waris.

“ Saya ngasih lurah 10 juta, di Karaoke Inul Vizta Kedoya 5 juta, di rumah makan sop kambing Puri, hujan – hujan 5 juta “ ucap bapak Anda kepada tim media.

“ Saya pernah ngasih di Mc D 7 juta saksinya Ghofur, Abdullah, waktu itu lurah sama anaknya terus 2.500.000,- ( dua juta lima ratus rupiah ) terus sama 5 juta di Happy Puppy waktu itu lurah sama si Anton bawa perempuan juga kok lurahnya, saya tahu dan banyak saksinya. Dan itu bahasa lurah kalau minta duit sama kita bilangnya buat NINGNONG…” ucap Asnawi Cs yang didampingi rekan – rekannya. ( Sudirman/tim )

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply