Mulai Hari Ini Pemprov Jateng Membebaskan Denda administrasi Pajak Kendaraan Bermotor

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Kabar gembira bagi masyarakat Purworejo dan Jawa Tengah, setelah tahun 2020 program pembebasan administrasi denda pajak di tutup, dan belum selesainya pandemi Covid-19. Pemprov  Jawa Tengah melalui Gubernur Jawa Tengah kembali memberikan relaksasi terhadap penungak pajak kendaraan dengan memberikan penghapusan denda administrasi Pajak kendaraan bermotor (PKB).

Waktu pelaksanaan berlaku mulai 06 Mei hingga 06 September 2021. Kebijakan ini tertuang dalam Pergub no 5 tahun 2021, tentang pembebasan sangsi denda administrasi  Pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat Jawa Tengah.

Roedito Eka Suwarno, Kepala UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, menerangkan program pembebasan administrasi denda pajak kendaraan bermotor. Ini hanya pembebasan denda administrasi tunggakan/ keterlambatan, untuk Bea Balik Nama (BBN) tidak ada program pembebasan, dan untuk Jasa Raharja denda yang tahun lalu di bebaskan tapi untuk tahun jalan (2021) tetap dikenakan dendanya.

“Jadi ini hanya pembebasan denda administrasi tunggakan/ keterlambatan PKB saja yang dibebaskan, bukan pembebasan pajaknya. Sedangkan untuk Bea Balik Nama (BBN) dan untuk Jasa Raharja tetap bayar. Ini berlaku buat semua jenis kendaraan baik plat merah, kuning, maupun hitam,”jelas Roedito, Kamis (6/5/2021).

Sebagai contoh, jelas Roedito, bila pajak kendaraan nunggak 2 tahun, pajak 2 tahun tetap dibayar, tapi tidak dikenakan denda administrasi. Jadi, denda administrasi tunggakan pajak yang dihilangkan.

“Program Pemprov Jateng ini dilakukan sebagai salah satu apresiasi pemerintah pada masa Pandemi Covid-19 dengan menghapus denda administrasi keterlambatan pajak dan dalam rangaka untuk meningkatkan penerimaaan pendapatan dari sektor pajak,” jelas Roedito.

Roedito mengungkapkan, dengan adanya pembebasan denda administrasi tunggakan/keterlambatan PKB, dalam waktu empat bulan akan dilakukan evaluasi berapa siknifikan tingkat kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak.

“Seperti tahun lalu, kususnya di Kabupaten Purworejo, tingkat kepatuhan masyarakat membayar pajak turun dari kepatuhan 81 persen, di tahun 2020 turun hanya 78 persen dan untuk pertubuhan juga turun hanya 33 persen,” ungkap Roedito.

Kami harapakan dengan adanya relaksasi akan ada peningkatan kepatuhan wajib pajak, selain itu, juga bisa mendongkrak kinerja target pendapatan. Dengan kepatuhan wajib pajak sekaligus juga untuk keberlangsungan pembagunan di Jawa Tengah, pungkas Roedito.

Untuk diketahui, dalam rangka libur hari raya Idul Fitri 1441 H, pelayanan Samsat Purworejo mulai libur Rabu 12 Mei hingga 14 Mei, untuk 15 Mei pelayan kembali dibuka. Namun untuk jelasnya tunggu informasi lebih lanjut.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply