Hingga 7 Agustus 2021 Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Baru Mencapai 52, 69 Persen

PURWOREJO, rakyatkita.com-Dampak Pandemi Covid-19, dan diberlakukannya PPKM. Realisasi penerimaan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) belum mencapai target yang diharapkan, karena hingga 7 Agustus 2021, baru mencapai Rp 46,8 milyar, (52,69%) dari target Rp 88, 8 milyar.

Sedangkan realisasi penerimaan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) hingga 7 Agustus 2021, baru mencapai 53,31 persen, atau Rp 24 milyar, dari target Rp 45,1 milyar.

Kepala UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, Roedito Eka Suwarno, mengungkapkan dibanding tahun lalu di periode yang sama 7 Agustus 2020 mengalami pertumbuhan.

“Bahkan penerimaan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) hingga 7 Agustus 2021, baru mencapai 53,31 persen, atau Rp 24 milyar, dari target Rp 45,1 milyar,” ungkap Roedito, Selasa (10/8/21)

Lanjut Roedito, untuk penerimaan PKB pada periode yang sama 7 Agustus 2020, mengalami pertumbuhan 4,04 persen. Sementara dalam perolehan BBNKB, juga mengalami pertumbuhan 20,88 persen dalam periode sama.

“Kami prediksi, hingga akhir tahun 2021, pendapatan dari PKB bisa mencapai Rp 81,1 milyar sedangkan dari BBNKB mencapai Rp 38,5 milyar. Untuk tingkat kepatuhan wajib pajak secara keseluruhan mencapai 76,19 persen,” terang Roedito.

Apalagi menurut Roedito, adanya kebijakan dari Pemprov Jateng terkait pembebasan denda administrasi/keterlambatan pembayaran PKB dari 6 Mei hingga 6 September 2021, belum signifikan

“Mungkin karena dampak pandemi, dan Untuk bebas denda ini, belum begitu menggeliat angkanya, karena bisa jadi perekonomian masyarakat belum normal, ” kata Roedito.

Menurut Roedito, saat ini di Kabupaten Purworejo, tunggakan wajib pajak baru sekitar 16 % (3.281). Sedangkan wajib pajak yang telah membayar sampai 7 Agustus 2021 sejumlah 19.720, atau 10,83% dari total piutang sekitar 66.581 kendaraan.

“Ini masih jauh dari harapan. Karena tahun 2020 lalu, saat pandemi lagi tinggi-tingginya, wajib pajak menyumbang untuk piutang itu hampir 24.000 obyek pajak,” terangnya.

Roedito menuturkan, dengan adanya PPKM, pengaruhnya sangat besar. Kerana aktifitas masyarakat belum normal, penerimaan income perkapita belum signifikan, apalagi bulan ini bersamaan dengan tahun ajaran baru.

“Setiap hari kami selalu mensosialisasikan tentang program pembebasan denda administrasi, baik lewat medsos dan media lainnya. Harapannya masyarakat mengetahui dan bisa membayar pajak tepat waktu.

Untuk diketahui bahwa dengan adanya pemotongan keringanan PpnBM secara bertahap oleh pemerintah, yakni Pajak Negara untuk Kendaraan baru,maka diharapkan bisa menjadi stimulus untuk kenaikan penerimaan pajak kendaraan di Kabupaten Purworejo, tandas Roedito.

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply