POLRES METRO TANGERANG KOTA TANGKAP SPISIALIS CURAS KOMPLOTAN BAYUR

Rakyatkita.com,Tangerang,- Tim gabungan Unit Jatanras dan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangkap Spesialis Pencurian dengan Kekerasan (CURAS) komplotan kampung bayur yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Tangerang yang berinisial Acul, Botak, Bodong (DPO) dan Abu Bakar (DPO), dalam jumpa press di Mapolresto Tangerang Kota,(Senin 21/08/17).

Setelah berhasil dilakukan penangkapan tersangka Abu Bakar, dilakukan pengembangan terhadap tersangka Bodong yang masih DPO, kemudian saat akan dilakukan penangkapan tersangka Abu Bakar mencoba melawan petugas, petugaspun segera melakukan tindakan tegas dengan menembak tersangka. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan menjelaskan, petugas segera melakukan pengejaran dan menangkap ketiga pelaku.

“Dari salah satu pelaku polisi melakukan pengembangan, pada saat dilakukan pengembangan untuk menangkap salah satu pelaku, pelaku tersebut mencoba melawan petugas, petugas pun segera melakukan tindak tegas dengan menembak pelaku” ujarnya.

Komplotan kampung Bayur sangat terkenal dengan kekerasan saat melakukan tindakan kriminal yakni dengan melukai korbannya. Diketahui bahwa tersangka Abu Bakar merupakan residivis dan sudah beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Selanjutnya Kapolsek menjelaskan pelaku ditembak mati pada saat melakukan pengembangan dengan inisial AB.

“pelaku tersebut memang residivis dan sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di wilayah Polres Metro Tangerang Kota” jelasnya.

Dengan BB (Barang Bukti) yang berhasil diamankan 4 jenis kendaraan bermotor roda dua, 1 unit hp, 1 lembar STNK, 1 buah golok, 2 pucuk senjata api mainan dan rakitan.

“Kini Pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan maksimal hukuman penjara 12 tahun” jelas Kapolres.(Ajis)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply