Polres Batang Berhasil Ungkap Penipuan Dan Penggelapan, Dalam Kepengurusan Sertifikat

Batang,rakyatkita.com–Satreskrim Polres Batang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan uang, Dalam kepengurusan pemecahan sertifikat yang membuat korban, Uriyah (40) warga Gringsing mengalami kerugian Rp422 juta. 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan perkara penipuan dan penggelapan itu terjadi dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 5 Desember 2020.

Menurutnya ada dua tersangka dalam kasus ini yaitu, S (51) Warga dukuh Sabetan Kidul desa Mororejo Kaliwungu kendal berperan sebagai pelaku utama, Dan AM (51) warga kelurahan Medono Kota Pekalongan sebagai pembuat dokumen.

“Dengan rangkaian perkataan bohong  dan tipu muslihatnya tersangka menawarkan jasa pemecahan sertifikat pada Uriyah dengan dalih dekat petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batang,” kata Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka saat konferensi pers Rabu, (30/12).

Ia mengaku sanggup untuk melakukan pemecahan sertifikat lahan kavling milik korban, yang sebelumnya merupakan lahan pertanian diubah menjadi lahan darat. Karena  bujukan tersangka itu, akhirnya korban mau menerima bantuan yang ditawarkan S untuk  pemecahan sertifikat hak milik (splitsing) atas tanah hak milik nomor 01563 atas nama Machfud (Suami korban), Lanjut Kapolres.

Seiring berjalanannya waktu, S beberapa kali meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk biaya proses pendaratan dan splitsing, bahwa sebenarnya proses yang dijanjikan S tidak dilakukanya. Penyerahan uang secara bertahap untuk kepentingan itu semua hingga berjumlah Rp422 juta.

Untuk menyakinkan korbannya, S menunjukkan sertifikat hasil pemecahan yang seolah-olah diterbitkan oleh BPN.Ternyata, setelah korban melakukan kroscek ke BPN, sertifikat yang dimaksud tidak terdaftar di BPN.

“Surat dan dokumen palsu itu dibuat oleh AM warga kota Pekalongan,” pukasnya.

Lebih lanjut Kapolres memaparkan,”atas kejadian tersebut Uriyah dan suaminya pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Batang.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, 20 lembar kwitansi pembayaran uang, 1 bendel rekening koran milik tersangka, 1 bendel sertifikat dan dokumen palsu, 1 buah printer, 1 buah layar monitor, 1 buah hardisk, 1 buah keybord, 1 buah mouse, 1 buah alat laminating, pisau pemotong, benang, stempel, kertas warna, buku rekening bank, kartu ATM dan 9 bendel sertifikat tanah palsu.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara”, tegas Kapolres Batang.

Reporter : Michelle.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply