Kades dan Plt Sekdes di Kecamatan Kemiri Ditahan Polisi Diduga Korupsi Dana Desa

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Diduga korupsi Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Retribusi Daerah ( BHRD), dan Bantuan Gubernur yang diberikan ke Pemerintah Desa, oknum kepala desa SD (44) dan Plt sekretaris desa UT (48)  di kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo melakulan tindak pidana korupsi. Akibat perbuatan keduanya, negara dirugikan hingga miliyaran rupiah.

Kasat Reskrim Purworejo AKP Agil Widya Sampurna SIK MH, menjelaskan, berdasarkan Surat Kepala Perwakilan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Nomor: SR-884/PW11/5.1/2019, diperoleh kesimpulan hasil penghitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.039.859.456,00 (Satu Milyar Tiga Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Empat Ratus Lima Puluh Enam Rupiah).

“Keduanya secara bersama-sama diduga melakukan tindak pidana korupsi keuangan desa, dari tahun 2016 hingga 2018. Uang tersebut dihasilkan keduanya, dengan menyalahgunakan jabatannya di pemerintahan desa Wonosari,” jelas Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Agil Kamis (03/09/2020), saat konferensi persnya.

Sementara itu, barang Bukti yang kita amankan adalah dokumen yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan Desa Wonosari Kecamatan Kemiri yakni, rekening desa, APBDes, Perdes, SPJ, dan dokumen pendukung lainnya. Selain itu kwitansi pembayaran material dan yang ketiga cap palsu dari toko Sari Snack dan Selo Jati.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Sub pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP, Pasal 2 ayat (1) ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” ungkap Agil.

Selain pasal tersebut, jelas Agil, para tersangka juga terjerat Pasal 3 ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara itu tersangka SD saat dikonfirmasi menyangkal bahwa dirinya juga memakai uang tersebut. Ia mengaku selama menjabat kades tidak pernah menikmati uang tersebut. Karena menurut tersangka pada tahun 2016-2017, semua keuangan yang mengambil di BRI adalah bendahara dan langsung diminta oleh saudara UT selaku plt sekdes katanya untuk membayar material di suplier.

“Saya selama ini hanya diberikan biaya transpot dan operasional sebesar 700 ribu dan 1 juta untuk kegiatan rapat-rapat. Jadi saya tidak tahu terkait korupsi yang merugikan negara sebesar 1 Miliyar lebih, saya juga baru tahu setelah kasus ini mencuat. Bahkan dari beberapa APBDes, Perdes dan SPJ realisasi banyak tanda tangan dan cap saya yang dipalsukan, ungkapnya. (Mono)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply