Hasil Rapid Test Positif, Dua Perangkat Desa di Kecamatan Bayan Diisolasi

Purworejo,Rakyatkita.com,- Hasil Rapid Diagnostic Test (RDT), Minggu (27/4/20), sebanyak 10 warga salah satu desa di Kecamatan Bayan hasilnya positif. Dua diantaranya perangkat desa di Kecamatan Bayan. Mereka masih satu desa dengan pasien positif corona dari Klaster Gowa. Ke sepuluh warga tersebut sekarang diisolasi di RS tipe C, Tjokronegoro

Sebelumnya beredar kabar bahwa mereka diduga terpapar virus corona dari suami sekdes yang baru pulang dari Qatar karena pekerjaannya sebagai pelaut.

Adanya kabar simpang siur tersebut, dibantah oleh Kabag Humas dan Protokol Pemkab Purworejo, Rita Purnama, yang berkomunikasi dengan Kades yang hasil rapid testnya positif.

“Bu Kades dan Bu Sekdes sebelumnya memang memiliki riwayat kontak dengan Jamaah Klaster Gowa yang positif Covid-19. Mereka bertemu saat penyemprotan disinfektan di desanya,” jelas¬†Rita Purnama.

dr Darus juru bicara Covid-19 Pemkab Purworejo// foto Wan -rakyatkita.com

Juru bicara Covid-19 Pemkab Purworejo, dr Darus juga membenarkan apa yang di katakan kabag Humas Rita Purnama, bahwa kedua perangkat desa itu masuk dalam klaster Gowa.

“Bu Kades rapid testnya positif sekarang sudah dievakuasi untuk isolasi di RSUD Tjokronegoro hari ini (28/4/20). Untuk suami belum dirapid test dan tidak ikut dievakuasi,”terang Darus.

Sementara itu, Dirut RSUD Tjokronegoro, dr Tolkhah Amaruddin mengatakan bahwa, hingga hari ini sudah ada 44 orang tanpa gejala (OTG) yang diisolasi di RSUD tipe C tersebut. Mereka adalah OTG yang hasil rapid testnya positif dan masih menunggu hasil test swab keluar.

Sementara itu dr Darus juga meminta masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif atau mengucilkan eks penderita covid-19. Karena orang yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19, tidak akan menularkan virus tersebut.

“Masyarakat justru harus mendukung yang bersangkutan dan keluarganya, untuk mengembalikan stamina dan daya tahan tubuhnya, “harap Darus.

Darus menambahkan, pasien yang telah dinyatakan sembuh tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari agar sistem imun tubuh sempurna, pungkas Darus. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *