Pandemi Covid-19, Perusahaan di Purworejo Jangan Lakukan PHK Kepada Tenaga Kerjanya

PURWOREJO, rakyatkita.com,– Perusahaan di Kabupaten Purworejo di masa pandemi Covid-19 ini untuk tidak atau menghindari PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karyawanya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto, SH, saat membuka acara Penyuluhan Pencegahan dan Penyelesaian PHI/PHK, Jum’at (25/06/21), di aula Hotel Ganesha.

Karena Covid -19, dalam Kegiatan yang dilaksanakan dengan prokes ketat ini, hanya di hadiri 25 orang perwakilan dari perusahaan dan serikat pekerja yang ada di Purworejo, dengan dua narasumber yakni Minarningsih, SE, selaku Kasi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinperinaker Kabupaten Purworejo, dan Sugiyanto, SH, Pengawas Ketenagakerjaan dari Satwasnaker wilayah Magelang /kedu.

Gathot mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, perusahaan, untuk menghindari PHK. Karena kita tahu bahwa tenaga kerja kita masih banyak yang membutuhkan pekerjaan.

“Perusahaan di Purworejo jangan lakukan PHK kepada tenaga kerjanya, karena di masa pandemi ini kasihan kalau mereka tidak bekerja,” ujar Gathot, usai membuka kegiatan.

Maka terang Gathot, apabila ada permasalahan di internal antara pekerja dengan perusahan( Bipatrit) dapat dilakukan perundingan terlebih dulu untuk mencari titik temu.

“Mungkin ada beberapa permasalahan yang krusial terkait covid -19, kami mohon dirundingkan dahulu secara Bipartit, nanti kita akan memonitor. Namun jika tidak selesai kita dari Tripartit akan ikut membantu mereka mencari win-win solution,” kata Gathot.

Harapannya terang Gathot, agar perusahaan tetep eksis bisa mengembangkan usahanya, sehingga para pekerja biar tenang dalam bekerja, kemudian perusahan juga ada ketenangan dalam berusaha.

“Tahun ini dari awal Januari hingga Juni 2021, baru ada dua laporan kasus PHK. Dan sudah kita selesaikan, pekerja juga sudah mendapatkan hak-haknya,” ucap Gathot.

Gathot berharap, kedepan zero kasus, tidak ada lagi kasus PHK, sehingga perusahaan tetap bisa eksis dan tenaga kerja tetap dalam suasana kondusif.

“Intinya, yang Kita inginkan, kalau perusahaan terjadi permasalahan, dan jika perusahaan ada serikat kerja, kita ajak untuk berunding, namun jika tidak ada, maka ada forum namanya Bipatrid untuk berembuk menyelesaikan permasalahan,” ungkap Gathot.

Gathot berharap, dengan pertemuan ini, akan lebih solid, dalam arti mengantisipasi kemungkinan-kemugkinan terjadinya gesekan antara perusahaan dengan pekerja, dan meminimalisir terjadinya PHK, melalui penyelesaian-penyelesaian di tingkat perusahaan,” pungkas Gathot. (wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply