banner 728x90

DEKOPINDA BERHARAP KOPRASI YANG TIDAK SESUAI UNDANG – UNDANG SEGERA DI TUTUP

RK, Purworejo,- Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kabupaten Purworejo Widodo Solikoe di sela sela pembukaan Pameran Hari Koprasi ke 70 Rabu (12/07/17) mengarapkan kedepan agar Koprasi yang tidak sesuai dengan asas koprasi ditertibkan atau segara ditutup.

Widodo Solikoe yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Sosialisasi Dekopinda Kabupaten Purworejo ini juga sebagai penanggung jawab pameran produk UMKM menyayangkan banyaknya koprasi abal- abal.

“Saya sangat tidak setuju sekarang ini banyak berdiri koprasi abal- abal yang cara kerjanya sudah melanggar UU No.25 tahun 1992 ,tentang gerakan ekonomi rakyat asas kekeluargaan,” terang Widodo.

“Koprasi abal- abal ini atau istilahnya Bank Titil / plecit, dalam transaksi pinjamanya dengan memberikan bunga yang sangat tinggi tidak sesuai dengan koprasi yang mempunyai azas gotong royong dan demi kesejahteraa anggota. Koperasi ini sudah menyalahi prosudur  yang sudah menjerat nasabah. Sementara ini di Purworejo ada sekitar 160 koperasi yang aktif tapi 14 diantaranya masuk dalam katagori  koperasi abal abal. Dekopinda ingin koperasi kembali kejati diri koperasi, Bukan rentenir yang berkedok koperasi” tegas Widodo Solikoe.

Sementara itu Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi ,Perdagangan dan UMKM Dra.Titik Mintarsih, MM yang di dampingi oleh Siti Nurhayati Kabid Permodalan Dekopinda Kabupaten Purworejo menjelaskan ” jumlah UMKM di Purworejo saat ini tercatat 22.330, terbanyak diwilayah Kecamatan Purworejo, kita berharap kedepan UMKM bisa mendapat perlindungan khusus. Sekarang UMKM terbanyak bergerak dibidang gula kelapa, diantaranya berupa gula semut atau gula kristal dan kita segera akan mengembangkan batik cirikhas Kabupaten Purworejo ” harap Titik. (Wawan/Pwj)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply