PT JIC Berangkatkan 113 PMI Ke Malaysia

Purworejo:rakyatkita.com,–Kantor agen penyalur PMI  (Pekerja Migran Indonesia) PT Jafa Indo Corpora (JIC) cabang Purworejo, memberangkatkan 113 PMI ke Malaysia selama bulan Oktober 2019.

Secara simbolis Pelepasan pemberangkatan PMI ini dilakukan Sekretaris Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Pracoyo, Senin (28/10/2019) siang.

Direktur PT JIC, Sunarna, menjelaskan, pengiriman PMI ke Malaysia tersebut, melalui banyak seleksi yang ketat, seperti medical check up, dan yan sudah lukys seleksi, tinggal nunggu berangkat kaeena segala persyaratan, seperti paspor, sudah diurus perusahaan. Untuk biayanya, dengan sistem potong gaji.

“Untuk PMI yang berangkat melalui kita semua syarat di urus perusahaan, dan penempatan pasti karena lewat P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) resmi, ada perlindungan dari pemerintah, dan akan bekerja dimna, gaji berapa sudah disiapkan semua,” ujar Sunarna.

PT JIC mempunyai program kerja ke luar negeri sesuai permintaan, baik sektor formal maupun informal. Sektor informal, dengan tujuan Malaysia, Taiwan, Singapura, dan Hongkong, jelas Sunarna

Lanjut Sunarna, untuk sektor formal yakni, pekerja pabrik/perusahaan di Malaysia, di sektor perakitan, konstruksi, perkebunan, hotel, perawat, cleaning service, manufacturing, mact oil dan gas, serta general worker.

“PMI yang berangkat akan Kontrak kerja dua tahun. Dengan gaji pokok RM 1.300 /bulan untuk kontruksi, dan RM 1.100 / bulan untuk sektor perkebunan dan manufacturing. Dengan Fasilitasnya, asrama, transportasi, keselamatan kerja, jadi berangkat langsung kerja karena semua sidah disiapkam,” ungkap Sunarna.

PT JIC yang berdiri setahun yang lalu, sudah memberangkatkan sekitar 500 PMI, dengan pemberangkatan rata-rata perbulan 40 PMI. Dan Para PMI yang berangkat melalui PT JIC tidak terlalu lama untuk menunggu penempatan, karena PT JIC sudah bekerja sama dengan perusahaan dan penempatan kerja mereka berdasarkan job order, jelasnya.

“Semoga PMI yang berangkat hari ini sukses, bisa mengelola penghasilan, dan nantinya akan menjadi tenaga kerja yang handal sesuai bidangnya, dengan standar internasional,” pesan Sunarna.

Sementara itu Sekretaris Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Pracoyo, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan, untuk mengatasi pengangguran, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, tapi harus bekerja sama dengan pihak lain, seperti dengan  P3MI.

Menurut Pracahyo di Purworejo terdapat 5 P3MI yang resmi terdaftar di Dinperinaker. Untuk pengiriman PMI per tahunnya, mencapai 600-800 orang. Berdasarkan kartu kuning, data pencari kerja. Bulan Oktober 2019 mencapai 6000 orang pencari kerja.

Semoga PMI yang diberangkatkan, sesudahsampai ditujuan bisa menempatkan diri, dan mengikuti aturan-aturan di negara tujuan tersebut, yang utama bisa berinteraksi dengan adat istiadat setempat, khususnya di lingkungan bekerja, pesannya.

“Saya berharap, selama bekerja di negara orang, tidak membuat masalah atau melanggar aturan, semoga betah hingga kontrak selesai dan pulang bisa sukses serta punya modal buat usaha,” pungkas Pracahyo.(wan)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply