Tak Kunjung Dibayar, Warga terdampak Bendung Bener Demo Tagih Janji BPN Purworejo

PURWOREJO, rakyatkita.com,-Tidak kunjung di bayar ratusan warga terdampak Bendungan Bener, kembali melakukan demontrasi mendatangi Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Purworejo, Rabu (5/6/2021).

Kedatangan mereka dalam rangka menagih janji pemerintah untuk membayar ganti rugi tanah yang tak kunjung dibayar.

Koordinator aksi Misrun saat di konfirmasi mengatakan, kedatangannya ke BPN untuk menagih pembayaran ganti rugi ini yang dijanjikan.

“Kami sudah berulangkali menagih, tapi hanya janji-janji saja,” kata Misrun.

Misrun menilai BPN Purworejo sudah menghianati warga, karena tidak sesuai kesepakatan yang sudah dibuat. Maka dari itu warga terdampak bendungan datang menuntut kembali janji BPN untuk melakukan ganti rugi terhadap lebih dari 270 bidang tanah, yang seharusnya dibayar pada minggu ini.

Misrun mengatakan sedikitnya ada enam tuntutan warga dalam demontrasi kali ini, diantaranya:

1. Kepastian realisasi pembayaran UGR bagi warga yang sudah menandatangani musyawarah penetapan bentuk dan nilai ganti rugi pengadaan lahan untuk Bendungan Bener,

2. Segera dimusyawarahkan untuk warga yang sudah mendapatkan undangan musyawarah yang data lahanya ada perbaikan di BPN,

3. Kepastian apraisal untuk lahan yang belum di apraisal,

4. Pembayaran UGR sebelum hari raya Idul Fitri 1442 H,

5. Kepastian waktu musyawarah penetapan bentuk dan nilai ganti rugi pengadaan tanah Bendung Bener bagi lahan yang sudah diapraisal,

6. Aktivitas pengerjaan Bendung Bener diistirahatkan lagi sampai proses pembebasan dan pembayaran UGR selesai seluruhnya.

“Dengan tuntutan tersebut, Kami meminta BPN menandatangani surat pernyataan kesanggupan, namun Kepala BPN Purworejo Eko Suharto, menolak karena merasa tidak memiliki kewenangan,”ungkap Misrun.

Karena merasa kesal warga marah dan menuntut harus dikabulkan dan mengancam akan terus melakukan aksi demo sampai pembayaran ganti rugi dilakukan.

“Intinya warga menuntut untuk segera dibayar tanah yang sudah di apraisal, sebelum lebaran tahun ini, kami minta ketegasan kapan batas akhir pembayaran? harus jelas, kalau belum dibayar, proyek bendungan jangan dikerjakan dulu. Untuk yang belum diapraisal segera (diapraisal), “ucap Misrun.

Masyarakat kecewa dengan BPN Purworejo, lantaran dinilai tidak tepat janji, padahal sudah sepakat mau dibayar, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPN Purworejo Eko Suharto saat dikonfirmasi belum memberikan statmen resmi terkait hal ini.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply