Membludaknya Jemaah Haul Syech Abdul Qodir Jaelani di Pasar Kemis Mendapat Perhatian Khusus

Tangerang,rakyatkita.com -Didampingi Kapolresta Tangerang, Zaki menjelaskan kronologi terjadinya kerumunan di haul Pasar Kemis.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan kronologi terjadinya kerumunan jamaah di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Sukamantri, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dalam rangka Peringatan Haul Syeh Abdul Qadir Jailan pada Minggu, (29/11/2020).

Dimana, sebelum acara akbar itu digelar, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang bersama dengan Kepolisian Resor Kota Tangerang mengadakan rapat.

“Jadi, ini acara haul diadakan memang rutin setiap tahun, dan saya memang selalu diundang, tapi tahun ini tentu ada ketentuan karena tengah masa pandemi Covid-19. Singkat cerita, pada tanggal 17 November 2020, saya dapat undangan haul,” katanya, Senin, (1/12/2020).

Lanjutnya, mendapati undangan tersebut, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap panitia dengan agenda menjelaskan kondisi penyebaran Covid-19 secara terkini di Kabupaten Tangerang.

“Kita panggil dan jelaskan kalau saat ini wilayah Kabupaten Tangerang masih didalam zona orange Covid-19. Lalu, kita minta ditunda. Disana, sempat terjadi argumentasi hingga muncul dua opsi, ditunda acaranya atau dibatasi,” tuturnya.

Lalu, adanya rapat awal itu dilanjutkan pertemuan antara pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dan Polres Kota Tangerang ke Pemerintah Provinsi dan Polda Banten.

“Tanggal 18 November 2020, kita menemui Gubernur Banten bersama dengan Kapolda Banten di rumah dinas Gubernur Banten, disana kita sampaikan dua opsi tersebut. Singkat cerita pada 19 November 2020, kami kembali menggelar rapat yang juga dihadiri pihak panitia, disana kita sampaikam dua opsi, dan mereka memilih yang dibatasi dengan kesepakatan 1.500 jamaah,” ujarnya.

Darisana, pihaknya membuat skema, dengan pembatasan kapasitas khusus santri dan orang tua, hingga imbauan kepada jamaah lainnya untuk tidak hadir di acara tersebut dan diminta menyaksikannya melalui media sosial.
Lalu, polisi juga menggelar penyekatan di 12 titik dimana hal itu ditujukan untuk menghalau massa yang memaksa hadir. Namun nyatanya, hal-hal itu tidak bisa membendung masuk jamaah ke lokasi.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya, dan nyatanya tidak membendung hal tersebut, karena masyarakat yang datang tidak hanya menggunakan kendaraan, tapi juga berjalan kaki,” ucap Zaki

Tindakan selanjutnya pun, pihak Pemerintah Daerah akan melakukan rapat kembali untuk menetukan denda yang nantinya akan diberikan kepada pihak penyelenggara.

“Setelah ini kita adakan rapat lagi, lalu kita akan melakukan penilaian berapa denda yang akan dikenakan karena sudah melanggar aturan sesuai surat keputusan,” ungkapnya. (fatah)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply