Berdirinya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Sebagai Janji Penerus Kerajaan Majapahit

Purworejo,rakyatkita.com-Masyarakat Purworejo, terutama Desa Pogung Jurutengah dua hari ini dihebohkan dengan acara ritual seperti di Kraton Yogyakarta Hadiningrat.

Ritual tersebut dimulai Jumat (10/01/20) yaitu kirab dan hari ini Minggu (22/02/20) acara wilujengan yang diadakan oleh Keraton Agung Sejagat (KAS).

Gedung berbentuk Keraton, dan pendopo yang disebut Keraton Agung Sejagat ini di bangun di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah

Keraton Agung Sejagat di pimpin oleh seseorang yang biasa dipanggil Sinuhun oleh para pengikutnya. Adapun nama sali Sinuhun Totok Santosa Hadiningrat yang sebenatnya gelarnya sangat panjang namun hanya disingkat Rangkai Mataram Agung keturunan Jogja – Solo dan istrinya biasa dipanggil Kanjeng Ratu yang nama aslinya Dyah Gitarja.

Menurut Sinuhun, Keberadaan kami adalah meneruskan janji dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518 sekitar 500 tahun yang lalu,” kata Totok atau Sinuhun.

Lanjut Sinuhun, wilujengan Keraton Agung ini adalah dalam rangka untuk menyambut kembalinya Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa.

Menurut Sinuhun, bahwa jawa dan keraton Agung Sejagat memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

“Di dunia ini tatanan pemerintahan terbesar adalah kekaisaran dan terkecil adalah berbentuk republik,” tutur Sinuhun.

Sinuhun menjelaskan, kemunculan Keraton Agung Sejagat sudah berjalan dari 2018. Tujuannya adalah untuk menjadi juru damai dunia dengan melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga tinggi di dunia yang di bentuk setelah perang dunia ke 2 atau setelah jatuhnya bom atom di Hirosima  dan Nagasaki.

“Lembaga dunia itu adalah United Nation (UN), EInternational Court of Justice, North Atlantic Treaty Organization atau NATO sebagai perwakilan eropa atas dewan pertahanan PBB dan Pentagon, beliau mengatakan petagon bukan milik Amerika tapi milik asia pasifik, “Ujar Sinuhun.

Entah dari mana ide untuk mengklaim semua kalimat tersebut, yang jelas para pengikutnya yang menurut informasi berjumlah sekitar 425 sangat memperca apa yang dikatakan Sinuhun, Bahkan dia mengklaim memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik keuangan, politik, pemerintahan dan lain-lain.

Sementara itu, Jumeri yang rumahnya bersebelahan dengan ‘keraton’ mengatakan bahwa, sejak dulu tidak pernah ada sejarah di Pogung ada kerajaan atau keraton ini ada juga baru saja.

“Saat ada kegiatan, saya sering mendengar suara bernyanyi bersama waktu tengah malam dan bertepuk tangan, warga merasa sangat terganggu,” jelas kakek yang juga  Imam Masjid.

Menurut Juneri, setahunya hanya ada dua warganya yang menjadi anggota ini, tapi masih ikut apa tidak sekarang ini saya kurang tahu.(Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *