banner 728x90

WARGA BERSATU, MENDESAK PLTPB DI HENTIKAN TOTAL!! 

Rakyatkita.com.Banyumas,- Warga bersatu turun ke jalan dengan melakukan aksi jalan kaki (longmarch), aksi dimulai  di depan IAIN di Jl. Ahmad Yani No.40-A Purwokerto Utara  kemudian berjalan  menuju kantor Bupati Banyumas Jl. Kadipaten, Senin (9/10).

Mereka menuntut keberadaan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden agar di ventilasi secara total, karena hal ini mengakibatkan kesengsaraan bagi warga Banyumas. 

“Tolak, tolak PLTPB usir PT.SAE sekarang juga” ini  yel-yel yang diteriakan pengunjuk rasa untuk mengiringi perjalanan demonstrasi. 

Demonstrasi terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa, antara lain, Cilongok Bersatu, Aliansi Cilongok Peduli Gunung Slamet serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi disekitar Banyumas seperti Unsoed, UMP, UNWIKU, dan IAIN, dan masyarakat terdampak mega proyek PLTPB Baturaden.

Demonstran tiba di area alun-alun kota Purwokerto sekitar pukul 10.50 WIB. Dalam hal ini Polisi dan Satpol PP telah berjaga di gerbang utama kantor Bupati Banyumas sejak pukul Demonstras melontarkan 3 tuntutan utama, tuntutan tersebut antara lain:

1. HENTIKAN PEMBANGUNAN PLTPB DI GUNUNG SLAMET.

2.CABUT IZIN PANAS BUMI PT.SAE (Sejahtera Alam Energi)

3. TARIK MUNDUR SELURUH ALAT BERAT DARI GUNUNG SLAMET.

Mereka protes lantaran PLTPB Baturraden menyebabkan air keruh yang mengakibatkan warga susah mendapatkan air bersih hal ini terjadi di wilayah kecamatan Cilongok. Massa pun membawa contoh air berlumpur yang ada di daerahnya.

Sasongko sang koordinator aksi, dalam selebaran pamflet yang dibagi dalam aksi menulis keberadaan PLTP dianggap sebagai teror yang menimbulkan kekhawatiran bagi warga lereng selatan gunung Slamet. Kekhawatiran disebabkan oleh kontaminasi lumpur di Kali Krukut dan semakin maraknya satwa liar turun ke perkebunan warga.

“Kami menuntut cabut Izin Eksplorasi Panas Bumi PT. Sejahtera Alam Energi. Menghentikan seluruh aktivitas eksplorasi di Gunung Slamet dan tarik mundur alat berat,” katanya. Dalam  hal ini Demonstran mendesak agar dapat menyampaikan tuntutan secara langsung dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein. Merekapun memaksa masuk dan meminta polisi dan satpol PP membuka gerbang setda Banyumas.

Kemudian Budi dari komunitas Cilongok Bersatu dalam orasinya menyatakan

“Anggap kami sebagai anak. Bukan musuh. Jangan bela kepentingan yang tidak ada manfaatnya bagi Banyumas,”. (Beny/Banyumas)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply