banner 728x90

PROYEK PEMERINTAH KAB. TEGAL AMBURADUL

Rakyatkita.com.Tegal,- Sebuah proyek pembangunan Drainase yang diduga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Tegal provinsi Jawa Tengah, terkesan asal-asalan. Pasalnya, warmesh ( besi ) yang digunakan diduga ukurannya tidak sesuai Standart serta dalam Perakitannya amburadul. Proyek yang berada di sayap Ruas jalan Pagongan-Kepandean (musrenbang). Tepatnya di Desa Pagongan ini senilai Rp.415.000.000,- ( empat ratus lima belas juta rupiah ) yang di Pekerjakan oleh CV.ARSA MULIA, beralamat di Jl. Dabo II/D.49 Kel. Beji Kec. Ungaran Timur, Kab Semarang, ini menjadi Sorotan Warga setempat. Untung, salah satu pengurus LSM BUSER, menuding kontraktor pelaksana kurang mentaati petunjuk teknis (juknis) dan peruntuk pelaksanaan (juklak) dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). 

Pria berhidung mancung itu mengurai, kejanggalan yang ditemui salah satunya, besi dalam penataannya tidak rapi dan tertata. ” Besi ko jaraknya tidak berimbang amburadul, kalo kaya gini nanti bangunan cornya tidak kuat loh” ujar pria tersebut pada Wartawan.

Pantauan wartawan di lokasi pada Selasa (12/09/17), Para pekerja tampak asyik bekerja dan acuh tak acuh ketika para awak media melayangkan pertanyaan. Hanya 3 kalimat saja yang keluar dari pita suara salah seorang pekerja. “Tidak tahu bang, kami hanya pekerja. Tahu kami hanya bekerja saja,” cuma itu kata yang di lontarkan lewat mulutnya. Dalam hal ini patut diduga kuat, bahwa proyek tersebut banyak penyimpangan.

Selain itu di lapangan di temukan lelaki parubaya yang menggunakan baju safari layaknya seorang pegawai, yang di duga adalah seorang pengawas, gerak –  gerik dia tidak layaknya seorang pengawas, dengan melihat pekerjaan yang sangaat tidak layak, bungkang dan hanya diam begitu saja. Setelah dikonfirmasi dengan selaku pelaksana yang bernama “Danang” membenarkan bahwa sosok yang berbaju safari tersebut seorang pengawas dari dinas terkait, “iya mas betul dia pengawas proyek ini namanya Wahid”. Tuturnya.

Pandangan lain dari salah satu warga Pagongan, Samsul kepada wartawan mengatakan, sebagai masyarakat, saya sangat kecewa terhadap pembangunan drainase yang terkesan asal-asalan tersebut. Apalagi, sambung Samsul, besi (warmesh) yang digunakan diameternya terlalu kecil. Menurutnya, spek yang tidak sesuai diantaranya, besi untuk angkur beton drainase tidak sesuai ukuran, begitu juga dengan ukuran cor dinding drainase yang dianggap terlalu tipis. ”Banyak spek yang tidak beres. Seperti besi angkurnya. Dan sejumlah spek lainnya. Kalau dikerjakan asal-asalan pastinya proyek ini tidak akan bertahan lama. Dan yang dirugikan tentunya warga kita sendiri,” katanya.

Dalam hal ini warga meminta agar instansi terkait dalam hal ini untuk segera turun kelapangan melakukan pengecekan secara langsung proyek tersebut, “Dinas Terkait harus turun kelapangan bersama DPRD, kalau perlu lakukan pertemuan dengan kontraktor. Minta pihak kontraktor menjelaskan masalah ini seluruhnya,” pintanya. (Saryanto- Bny/Tegal)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply