Pipa PDAM Dicangkul Ekskavator, Ribuan Pelanggan PDAM Tak Teraliri Air Bersih

Purworejo, rakyatkita.com,- Akibat pengerjaan perbaikan gorong-gorong di Jalan Purworejo – Yogyakarta, tepatnya di daerah Watu Abang, Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip, mengakibatkan pipa utama PDAM rusak terkena Ekskavator atau mesin pengeruk tanah. Akibatnya sekitar 2300 pelanggan air PDAM Tirta Perwitasari Purworejo tidak bisa menikmati layanan air bersih, Senin (8/6/2020).

Hermawan Wahyu Utomo, ST, selaku direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, saat ditemui di lokasi mengatakan, sangat menyesalkan kejadian ini karena tidak adanya koordinasi antara pihak pelaksana proyek gorong-gorong dan jalan sebelum pengerjaan penggalian sehingga membuat pipa utama pecah dan sangat merugikan ribuan pelanggan.

“Harusnya pihak pelaksana mengajukan surat dan berkoordinasi dulu dengan PDAM, sehingga bisa kita arahkan dan tidak akan terjadi kerusakan seperti ini dan merugikan banyak pelanggan,” ucap Hermawan.

Menurut Hermawan, ribuan pelanggan yang terdampak rusaknya pipa utama ada di wilayah Kelurahan Boro Wetan dan Kulon, Popongan, Cengkawak, Keduren, Mangunrejo, Bragolan, Plandi, Jenar Wetan dan Kulon, Purwosari dan Sumbersari.

“Akibat kerusakan ini, kita terpaksa  melakukan droping air bersih di desa yang terdampak, sore ini sudah tiga kali mobil tanki droping air,” kata Hermawan.

Saat ini PDAM sedang melakukan perbaikan jaringan terang Hernawan, kita sedang melakukan pengelasan pipa dan mengganti pipa utama yang rusak dan pipa kecil, mungkin malam nanti sekitar pukul 22.00 WIB sudah selesai dan distribusi air bersih ke palanggan sudah normal kembali.

Dengan kejadian tersebut, PDAM merasa dirugikan. Nanti kita akan meminta tanggung jawab kepada pelaksana pengerjaan gorong-gorong. “Memang untuk kerugian secara materi belum dihitung, tapi yang jelas kami merasa dirugikan dan pelaksana pengerjaan harus tanggung jawab,” tandas Hermawan.

Untuk diketahui, akubat perbaikan gorong-gorong tersebut, selain pelanggan air PDAM yang dirugikan, pihak dari Telkom juga dirugikan karena merusak jaringan kabel feeder ( kabel utama dari sentral di kantor telkom ). Dan mengakibatkan sekitar 9000 pelanggan indihome tidak bisa menikmati layanan.

Menurut salah satu teknisi indihome yang sedang melakukan perbaikan menjelaskan, pelanggan indihome yang terdampak meliputi 17 wilayah yang ada di sekitar Kecamatan Purworejo, Purwodadi, Bagelen, Ngombol, Bayan, Gebang.

Akibat terputusnya jaringan kabel feeder ( kabel utama dari sentral di kantor telkom )
Para pelajar yang menggunakan jaringan indihome untuk melaksanakan kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT) dan belajar secara online menjadi terganggu dan dirugikan.(Wan)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply