AWAS…. PROYEK SILUMAN KEMBALI

Rakyatkita.com. Tangerang, – 29/11/17, Rencana betonisasi/pengecoran jalan di kampung Keroncong Rt. 01/04 Kelurahan Keroncong kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang Propinsi Banten di duga berbau “KKN”.

Pasalnya pengerjaan Betonisasi yang panjangnya kurang lebih dari 200 meter yang di Danai oleh APBD ini Tidak terpampang/plang Spesipikasi dari mana asal dana tersebut dan berapa lama pengerjaannya.

Hal itu diperkuat ketika Awak media RAKYATKITA.COM mempertanyakan kepada sekertaris Rt.01/04 ( saudara Johan) terkait Betonisasi di wilayah nya. “Saya tidak tahu dan memang belum ada kordinasi dengan saya “Tandasnya.

Ketika salah satu warga (saudara Asep) menanyakan kepada  pihak Pt Prima Jaya Utama, selaku kontraktor/pelaksana, terkait Mekanismenya, seperti apa.?

“Saya sudah kordinasikan semua melalui satu pintu kepada Ketua RW. 04( Bapak Ependi)” ucap dari pihak pelaksana tersebut.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan berbagai proyek yang dianggarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Pemda) sudah ada aturan mainnya, seperti pada awalnya telah dilakukan proses tender secara terbuka dan transparan, bahkan pengadaan asuransi tenaga kerja dalam pelaksanaan proyek tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, keterbukaan ke publik seringkali ditutupi.

‘’Salah satu bukti kecil, sering kali pemasangan papan proyek tak dilakukan oleh kontraktor dan instansi terkait tak memberikan teguran,’’

pemasangan proyek wajib dilakukan sebab sudah ada payung hukum yang mengaturnya. Pelaksanaan proyek harus memakai plang nama, secara transparan seorang kontraktor pelaksana diwajibkan memasang plang merek, hal tersebut sangat berguna agar masyarakat bisa mengetahui darimana proyek tersebut berasal.

‘’Setiap pelaksanaan proyek harus memampangkan plang nama, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui proyek tersebut didanai dari uang rakyat. Bahkan pekerjaan dari Dana desapun harus ada papan mereknya, setiap proyek yang mempergunakan keuangan negara dalam mengerjakan sebuah pembangunan harus transparan, perusahaan atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, harus mematuhi kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh pemerintah seperti memasang papan merek agar masyarakat juga mengetahuinya.

‘’Kalau tidak ada papan merek atau plang nama, sama saja dengan proyek siluman.”

Hendaknya plang nama sudah harus dipasang dilokasi sejak awal dimulainya kegiatan. Dan keberadaannya tidak berdiri sendiri atau lepas dari nilai proyek tersebut. Melainkan, sebuah plang sudah dimasukkan kedalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan juga telah ditanda tangani oleh para pihak ketiga. Untuk itu. agar pihak Dinas PU maupun dinas-dinas lainnya bisa melakukan pengawasan terkait hal tersebut, (Irwani)

banner 468x60
Posted by: On: Reply

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply