Akibat Pandemi, UPPD Purworejo di Tahun 2020 Mengalami Penurunan

PURWOREJO,- rakyatkita.com,-Untuk meningkatkan pendapatan pajak di tahun 2021 UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, sudah menyiapkan gebrakan dan beberapa setrategi. Hal itu, disampaikan Roedito Eka Suwarno, Kepala UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, Kamis ( 7/1/21).

Roedito mengatakan langkah setrategi yang diambil yaitu dengan melibatkan lebih banyak komponen-komponen masyarakat, utamanya dari Pramuka itu akan kita libatkan juga untuk optimalisasi penagihan door to door dan juga dari pihak ketiga yang sudah bermitra juga akan diupayakan untuk lebih keras dan lebih intensif lagi didalam penagihan.

“Saya berharap dengan setrategi tersebut, di bulan pertama Januari – Februari ini potensi yang tertunda di tahun 2020 akan bisa melakukan pembayaran di 2021 pada triwulan pertama,” harap Roedito.

Menurut Roedito, penurunan ditahun 2020 terjadi akibat pandemi Covid-19, yang mengakibatkan tingkat kepatuhan wajib pajak masyarakat Purworejo mengalami penurunan 0,5 persen, masih lebih baik dibanding tahun 2019. Sementara untuk pertumbuhan BBN kendaraan baru, minus 33 persen.

Hal itu yang menjadikan potensi penerimaan tahun 2020 menjadi pertimbangan tersendiri akibat dampak Covid-19. Sehingga target yang belum optimal diharapkan di 2021 wajib atau potensi yang 2020 belum melakukan kewajibannya untuk wajib pajak ini akan menjadi prioritas di dalam pelaksanakan di 2021.

“Sampai saat ini masih ada sekitar Rp 7 miliar wajib pajak di tahun 2020 yang belum bayar,” jelas Roedito.

Maka dari itu ujar Roedito, Samsat Purworejo secepatnya melakukan gebrakan terkait dengan langkah-langkah strategis yang harus disosialisasikan kepada masyarakat, akan pentingnya pembayaran pajak. Sehingga tidak terlalu lama melakukan tunggakan yang nanti akan semakin banyak.

“Kita kemarin sudah hampir dua periode ada program pembebasan denda administrasi, sehingga di tahun 2021 dimulai dari awal lagi tidak ada denda yang begitu tinggi sehingga sangat murah,” terang Roedito.

Lanjut Roedito, strategi selanjutnya, yaitu akan mengevaluasi layanan-layanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat terutama di plaza Jodo akan dioptimalkan jam dan ditambah hari pelayanannya.

“Selain itu kita juga akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Purworejo untuk menggunakan tempat-tempat yang lebih strategis untuk kita buka layanan lagi pada masyarakat agar lebih efektif,” ucap Roedito.

Roedito mengatakan, untuk kinerja di 2021 secara umum target penerimaan itu juga akan lebih tinggi dari pada tahun 2020 sehingga ini pun juga membutuhkan strategi khusus dari Bapenda di pusat untuk mencapai target yang kemarin belum bisa juga optimistis ditambah target di 2021.

“Mungkin di tahun 2021 ini akan banyak kebijakan-kebijakan yang akan kita sampaikan di masyarakat, kita tunggu saja petunjuk dan pelaksanaan dari pusat,” kata Roedito

Roedito berpesan kepada masyarakat untuk segera membayar kewajibannya di tempat-tempat layanan yang sudah disediakan, dengan jam layanan yang sudah kembali normal seperti di layanan samsat keliling, pos-pos Simanja, layanan induk dan Samsat penunjang Bagelen, pungkasnya.(Wn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan